MEDIA PURNA POLRI,JAKARTA – Dalam kunjungan ke stand bazar kreativitas warga binaan panti milik Dinas Sosial DKI Jakarta dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) di Balaikota Jakarta pada Kamis (27/12), Gubernur Anies Baswedan sempat menyapa dan bercengkrama dengan salah satu warga binaan sosial yang seorang pelukis.
Lukisan yang bagus membuat Anies berhenti sejenak untuk sekadar melihat dan bercengkrama dengan kakek berumur 66 tahun yang seorang pelukis itu.
Tak disangka, kakek pelukis itu merupakan pelukis terkenal yang karya-karyanya pernah dipamerkan di Belanda. Namanya, Syumidjo Est, lahir di Jember 1952. Ia belajar melukis secara otodidak. Ia mengklaim karyanya merupakan kombinasi dari realis, naturalis, dan impresionis.
Periode awal karya-karyanya keluar pada tahun 1970. Lukisannya pun bukan main-main. Di tahun-tahun itu ia mulai banyak menghasilkan karya-karya terbaik. Proses yang dijalani Syumidjo membuahkan hasil.
Puncak karyanya terjadi pada tahun 2000. Syumidjo berhasil melakukan pameran tunggal di benua biru tepatnya di Belanda. Karya-karyanya pun sudah dikoleksi oleh Ratu Beatrix, Perdana Mentri Wim Kok, Menteri Luar Negeri Belanda J. Van Aartsen dan mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda, Bapak Moh. Irsan.
Sedangkan di Indonesia karyanya dikoleksi para pejabat tinggi negara, termasuk 5 kepala staff dari 3 angkatan TNI.
Karya Syumidjo pun menjadi bagian dari koleksi oleh Presiden RI ke-5, Ibu Megawati Soekarno Puteri dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Nama juga diabadikan untuk salah satu ruangan di Istana Negara
Syumidjo Est kini tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 4 Cengkareng, Jakarta Barat. Sehari-hari selain melukis, ia juga mengikuti kegiatan-kegiatan panti. Meskipun tinggal di panti, Syumidjo tetap bebas berkarya di hari tuanya.(Dessi)



