MEDIA PURNA POLRI,GORONTALO – Pilar-pilar sosial dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Provinsi DKI Jakarta meraih penghargaan dari Kementerian Sosial dalam Acara Puncak Bulan Bhakti Kesetiakawanan Sosial di Lapangan Ippot Tapa Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Pilar-pilar sosial dan LKS yang merupakan binaan Dinas Sosial DKI Jakarta memastikan diri meraih juara dalam penghargaan Kemensos tersebut.

Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Irmansyah menyampaikan rasa syukurnya atas pemberian penghargaan itu karena menjadi pemicu semangat dalam berbuat baik terhadap sesama.

“Alhamdulillah atas izin Allah, pilar-pilar sosial dan lembaga kesejahteraan sosial binaan kami meraih penghargaan dari kementerian sosial. Ini apresiasi dari pemerintah pusat kepada kami yang di daerah,” ujar Irmansyah saat menghadiri acara puncak HKSN di Gorontalo pada Kamis (20/12).

Ia melanjutkan, penghargaan itu diberikan kepada SA. Soekarsih, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dari Kelurahan Pengadegan, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, DKI Jakarta sebagai juara pertama untuk kategori PSM Teladan Tingkat Nasional Tahun 2018. Soekarsih diketahui aktif membantu mereka yg terkena penyakit kanker. Ia juga kerap memberikan bimbingan, penguatan hingga advokasi kepada pasien kanker agar mereka bisa semangat untuk melanjutkan kehidupan.

Selain itu, katanya, penghargaan juga diberikan kepada Ir. Siti Amariah Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Setiabudi, Kota Jakarta Selatan Provinsi DKI Jakarta sebagai juara kelima untuk kategori TKSK Teladan Tingkat Nasional Tahun 2018.

Penghargaan lainnya juga diberikan kepada Yayasan Rumah Kampus Pena Jln. Kelapa Mas No. 16 Kelurahan Utan Kayu Selatan Kecamatan Matraman Jakarta Timur DKI Jakarta sebagai juara pertama untuk kategori Lembaga Kesejahteraan Sosial Teladan Tingkat Nasional Tahun 2018.

Rumah kampus pena merupakan lembaga yang memfokuskan diri terhadap pendidikan vokasional bagi penyandang disabilitas, terutama disabilitas mental intelektual. Rumas Kampus Pena bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan memberikan sertifikat setara D1 bagi mereka yang telah menyelesaikan pendidikannya.

Anak binaan rumah kampus pena setiap hari Kamis menerima pelajaran di kampus IPB Bogor. Uniknya, dibawah binaan rumah kampus pena, anak anak berhasil mandiri pergi dari rumah mereka ke kampus IPB bogor.

Itu suatu hal yang pada awalnya sangat dikhawatirkan oleh para orang tua mereka. Namun sekarang sudah tidak lagi. Model yang dilakukan oleh rumah kampus pena, rencananya akan menjadi model untuk bisa diterapkan dalam melakukan penanganan terhadap penyandang disabilitas di Indonesia.

“Penghargaan ini merupakan wujud perhatian pemerintah kepada masyarakat yang berperan serta mengatasi permasalahan sosial. Kami selalu mendukung dan mendorong peran masyarakat itu,” kata Irmansyah.

Ia pun berharap, pemberian penghargaan ini mampu memberikan motivasi kepada pilar-pilar sosial dan lembaga kesejahteraan sosial lainnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Membantu sesama dan ikut berperan bersama pemerintah mengatasi permasalahan sosial di tengah masyarakat.(Dessi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini