
(MPP) Jakarta – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Komite Eksekutif Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) Lembaga Aliansi Indonesia, H Damiri Marzuki SH memberikan apresiasi penuh terhadap Polri khususnya Polres Metro Jakarta Barat terkait penangkapan terhadap preman yang dinilai sangat terkenal Hercules Rosario Marshal, yang sebelumnya polisi juga telah menangkap 23 preman atas kasus penyerangan dan penguasaan lahan oleh sekelompok preman terhadap sejumlah karyawan PT Nila di Kalideres, Jakarta Barat pada waktu lalu.
Ketika ditemui di Kantornya di bilangan Joglo Jakarta Barat, H Damiri Marzuki SH menuturkan, langkah jajaran Kepolisian Resort Metro Jakarta Barat dibawah pimpinan Kombes Pol Hengki Haryadi SIK MH untuk memberantas aksi premanisme dalam bentuk apapun memang sudah seharusnya mendapatkan apresiasi penuh, mengingat pelaku premanisme memang harus diberanguskan untuk menciptakan Jakarta Barat yang aman dan kondusif.
“Kami sebagai kontrol sosial Aset Negara sangat mengapresiasi langkah Polisi memberantas aksi premanisme,” Ujar Damiri, Jum’at (23/11/18).
Dirinya menegaskan, terlebih preman-preman yang kerap menguasai lahan kosong dengan cara mengintimidasi pemilik lahan yang sebenarnya, bukan tanpa terkecuali mereka (para preman) ditunggangi mafia tanah yang mencari keuntungan pribadi dengan cara menyerobot lahan milik orang lain dan memanipulasi data seolah-olah lahan itu miliknya.
“Kami berpesan kepada jajaran kepolisian khususnya Polres Metro Jakarta Barat agar mengusut tuntas para mafia tanah yang kerap menunggangi preman,”Tegasnya
Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Metro Jakarta Barat dibawah pimpinan Kasat Reskrim AKBP Edi Suranta Sitepu kembali menangkap sang Preman legendaris Hercules yang sudah terkenal dengan berbagai aksi kejahatan kriminal di berbagai lokasi.
Untuk kesekian kalinya, Polres Metro Jakarta Barat kembali menangkap Hercules dikediamannya di Kompleks Kebon Jeruk Indah, blok E 12 A, Kembangan, Jakarta Barat pada Rabu (21/11) lalu.
Hercules ditangkap adanya dugaan sebagai aktor utama pelaku penyerangan dan penguasaan lahan oleh sekelompok preman terhadap sejumlah karyawan PT Nila di Kalideres, Jakarta Barat pada waktu lalu.
Diketahui pula, sekelompok preman itu mengintimidasi dan melakukan perusakan serta merebut secara paksa ruko PT Nila di Kalideres, Jakarta Barat.


