
MEDIA PURNA POLRI,KUPANG –Tidak semua orang memiliki nyali untuk berani tampil dan beradu kecepatan di balap motocross Namun siapa sangka, di usia anak-anak yang lazimnya bermain dan duduk di pelukan sang ibu, DIAS PERMANA PUTRA , anak belia umur 10 tahun ini sudah kerap merasakan arena motocross yang sangat penuh dengan debu dan rintangan.
Dias nampak percaya diri didampingi ayah,ibu dan Joni Pranata yang sekaligus menjadi pelatihnya ketika mengikuti balapan final seri kejuaraan Nasional “POWERTRACK” di pulau Dewata Bali. Saking percaya dirinya dia mampu melejit di moto 1 dan Finish pada posisi pertama, dan di moto 2 dia mampu Finish ke 5 dengan total point ke 2 di podium kelas 65cc novice. Sungguh luar biasa. Iya juga mengikuti kejuaraan indonesia supercroos seri 1 di Banyuwangi kemarin, Pada seri 1 dias mampu Finish di posisi ke 4 setelah iya memimpin 7 lap di posisi ke 2,iya kelelahan di lap akhir dan di salip oleh 2 org lawan sekaligus. Sungguh perjuangan yang fantastis dari si bocah asal KupangNTT. Dias mengaku bahwa iya kelelahan karena pada minggu sebelumnya iya harus bertanding di kupang NTT pada seri kejurnas region 3.
Iya kaka, beta kehabisan fisik karena kemarin beta balap di Kupang terus beta berangkat ke Lamongan latihan 1 hari terus langsung berangkat lagi Banyuwangi,ucap Dias.
Semoga di seri 2 supercroos Cianjur dias dapat tampil prima dan sempurna, karena dia dapat waktu rehat lumayan,dan porsi latihan yang di naikan lagi, Ujar Thibar Romadona selaku crew MJMX yg di bawa dari Kupang bersama dias dan menemani sang pembalap bertanding di tingkat nasional, Dias tetap tegar menggeber motor miliknya untuk menambah mentalnya.
Tidak takut, tidak takut jatuh,” ungkap Dias polos usai menyelesaikan balapan motocross nya di kejurnas dengan sempurna di Banyuwangi, 28/10/18.

Meski belum berhasil menjadi juara 1 di ajang tingkat Nasional namun penampilan pembalap cilik termuda di kota Kupang NTT ini cukup menyita perhatian ratusan penonton yang menyaksikan jalannya balap motocross, Dengan tubuh mungilnya, ia tampak lincah di atas arena balap yang penuh dengan rintangan dengan penuh keberanian dan ketenangan.
Didampingi sang ayah, RICO (30), Dias, mengaku sangat menggandrungi dunia balap motocross, bahkan, jika besar nanti, Dias bercita-cita menjadi seorang pembalap handal kelas Nasional seperti Joni Pranata.
Kalau besar keinginannya seperti Joni Pranata” ungkap bocah yang kini tinggal bersama keluarganya di Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT).
Guna mewujudkan mimpi besarnya itu, bocah kelahiran Bandung ini harus berlatih sebanyak 3 kali dalam seminggu dan diimbangi latihan renang. Beragam teknik balap pun Dias akui banyak diajari oleh ayahnya. Meski kerap jatuh, namun Dias tak pernah putus asa dan tetap ingin balapan Motocross.
Kalau latihan juga sering jatuh, seringnya latihan balap dan renang,” kata Dias.
Sementara sang ayah, Rico menceritakan, sekitar beberapa tahun yang lalu Dias baru belajar balap dan ia mengaku masih cukup sulit melatih Dias di usia 4 tahun. Pasalnya, layaknya mengajari anak kecil pada umumnya, ia masih sering rewel dan sulit diajak komunikasi. Tidak jarang Dias ngambek dan menangis ketika diajak latihan.
Ya memang masih cukup sulit, di usianya yang masih sangat muda, kadang tidak mau latihan, dan yang terpenting insting terhadap motornya belum ada, jadi sedikit harus sabar karena memang Dias belum bisa merasakan yang pas untuk motornya,” kata Rico.

Dari tekat yang kuat dan keinginan yang sangat kuat, Dias meminta saya untuk menyekolahkan Dias di sekolah motocross di Jawa Timur tepatnya di Lamongan, di sekolahnya salah satu pembalap terbaik Joni Pranata,dengan kegigihannya berlatih Dias berhasil menjuarai beberapa ajang bergengsi baik lokal maupun nasional terakhir Dias mengikuti balap motocross di Kupang juara 1 dan juara 2 di kelas yang berbeda.
Meski menjadi pembalap terkecil di Kupang NTT, di bawah naungan Tim Mandiri Jaya Mx Kupang Rico permana, Dias permana putra pernah menapaki juara yang terbaik di luar daerah yang membawa nama harum Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut patut dibanggakan mengingat usianya yang masih sangat belia dengan penuh semangat dan tekat yang kuat menjadi pembalap profesional.
“Harapan kami kepada pemerintah khususnya pemerintah daerah Nusa Tenggara Timur, memberikan dukungan baik moril maupun materil, karena masih banyak potensi-potensi yang bagus yang kami bisa didik di Kupang, kendala utamanya adalah kurangnya perhatian dari pemerintah terhadap kami , seperti arena untuk berlatih saja kami harus keluar daerah Kupang, ongkosnya kami patungan dengan teman-teman itupun susah, belum perlengkapannya dan lain-lain , kami sangat berharap kedepan adanya perhatian pemerintah terhadap olahraga motocross ini karena kami bertarung mati-matian memperjuangkan nama NTT, mungkin dengan adanya dorongan pemerintah suatu saat kami bisa bertarung sampai ke ajang internasional”, pintah manager Mandiri Jaya Mx Kupang .(Yustaf Siki)



