MEDIA PURNA POLRI,TASIKMALAYA-Pada dasarnya setiap pemikiran manusia di beri akal yang sempurna,tinggal bagai mana mengunakan akal tersebut di bawahnya baik dan buruknya yang jelas harus ke arah yang positif banyak manfaat.
Kepala Desa Sukawangun Iman ketika di pinta keterangan membangun sebuah pekerjaan Di bidang Pemerintahan,Administrasi, Infrastruktur jalan atau sebuah bangunan gedung bukan hanya asal membangun hingga hasil tidak memuaskan,akan tetapi yang paling utama bangun diri pribadi dahulu,
kalau sudah terbangun dan mempunyai pondasi yang kuat di dasari dengan ke imanan Insya Allah akan menemukan jati dirinya.Skill dan talenta harus di manfaatkan ke arah lebih positif.
Desa Sukawangun terdiri dari empat Kedusunan yang di antaranya Wangunwati,Cibatu Bentar dan Sukarame. Terdiri dari 46 (Rt)Rukun Tetangga dan 8 (Rw)Rukun Warga, Dengan jumlah penduduk berkisar 5200 jiwa terdiri dari laki-laki dan perempuan, yang memiliki luas wilayah -/+ 1500 Ha.
Pelaksanaan pengerjaan pembangunan sudah rampung di kerjakan dengan cara swadaya masyarakat yang di ketuai oleh Tim pelaksana Kegiatan (TPK) secara bersama-sama warga masyarakat.
Pembangunan tersebut bersumber dari Dana Desa tahap satu dan tahap dua, untuk tahap tiga masih menunggu pencairan yang Insya Allah di dialokasikan ke BUMDES terus sumber lainya dari BANPROP dan
APBD Kab.Tasikmalaya juga bersumber lainnya dari usaha Kepala Desa yang sudah di tuangkan dalam RKPDS dan RPJMDES yang mana sebelumnya di rapatkan melalui Musdus (Musyawarah Dusun) juga Musdes (Musyawarah Desa) dan Musrenbang Kecamatan.
Rencana ke depan akan lebih ditingkatkan lagi dalam membangun mental dan pola pikir yang menuju ke arah kebaikan.
Tokoh Masyarakat dan warga sekitar menyampaikan sosok Kades Iman meniti karir dari seorang staf Pemerintahan yang mana mampu melaksanakan tugas pokok pekerjaannya hingga masyarakat menilai layak di jadikan seorang Kepala Desa.
Harapan para warga Desa Sukawangun terciptanya kenyamanan,keamaman dan keterbukaan di dalam segala hal, pasalnya menjadi sebuah pemimpin itu tidak mudah serta akan di pertanyakan di kemudian hari atas pertanggung jawaban menjadi seorang pemimpin, sumpah dan janji jabatan ketika mengemban amanah yang akan di pikirnya. (Iwan.Gunawan/Iis.Susilawati)


