MEDIA PURNA POLRI,LAMPUNG SELATAN- Tim Teknis Dinas Pertambangan Sumber Daya Mineral dan Energi bersama Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Satu Pintu(DPMPTSP) Provinsi Lampung,Secara resmi melakukan inspeksi mendadak(Sidak) ke tempat pengelohan hasil emas pertambangan ilegal di Wilayah Kecamatan Katibung Lampung Selatan hari Jum’at 21 September 2018.

Iskandarsyah ST,MM.Kepala Seksi(Kasi)Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu(DPMPTSP)bersama Sa’at Silalahi ST,Heriyanto ST,Tim Teknis Pertambangan Energi,Ketua tim lapangan Abraham PWK S,sos.MM.Saat Sidak menemukan kegiatan pengolahan hasil emas pertambangan ilegal di Desa Sidomekar sesuai perintah tugas(SPT)Distamben akan menutup kegiatan pengolahan hasil emas pertambangan ilegal di tiga Desa di Wilayah Kecamatan Katibung.

“Kami Distamben,yang berstatemens kasih keterangan pada media sebelumnya,bahwa tempat pengolahan hasil tambang emas di Dusun Batu Putri Tarahan tidak miliki ijin alias ilegal,Ujarnya Abraham PWK S,sos.MM Sabtu(22/9).

Jadi kalau ada oknum yang tidak terima oleh pemberitaan kemarin,ya bagus artinya (pelaku usaha) sudah mengaku salah bila perlu mereka lapor Polisi,tambah Bagus kalau pelaku usaha dan yang ngeback up ngelapor ke Polisi biar bos tambang dan orang orangnya diperiksa,Kata Abraham.

Ingat Kita berjalan diatas kebenaran karena Negara ini Negara Hukum, Pun Distamben akan sidak ke Dusun Batu Putri Tarahan bersama Dinas Pelayanan Penanaman Modal dan Perijinan Satu Pintu Provinsi Lampung,”Ujarnya.

Sudah kegiatanya illegal kenapa harus ngancam mau ngelaporin wartawan segala memang Kurdi siapa kenapa dia yang kebakaran jenggot.

Kata Abraham harusnya Kades yang lapor ke Polisi terkait kemasukan oknum pengusaha illegal di Desanya tersebut.

Kuat diduga pelaku usaha melakukan pencurian aset Negara dan Negara merugi karena kegiatan pengolahan hasil penambangan emas illegal tidak masuk(PAD)nya Kekabupaten/Kota.

Disidomekar,Distamben menemukan 26 glondong dan sejumlah karung berisikan Tanah mengandung emas siap olah kalau perglondongnya Rp.500 ribu, artinya mereka berinvestasi emas kalau ada yang berbicara merugi Itu alasan mereka,”Ucap Abraham.

Abraham menghimbau, kepada pelaku usaha agar Segera membuat ijin kalau tidak mereka akan berurusan dengan polisi,” Tegasnya.

Sementara Kades Sidomekar Fitri Hidayat S,sos.membenarkan bahwa kegiatan pengolahan milik Haji Nanang diwilayahnya belum memiliki ijin.

“Jangankan ijin(Pelaku Usaha) buat ijin Lingkungan ke Desa saja tidak ,”Terangnya singkat.

Di Wartakan Sebelumnya,Sebuah rumah pengolahan hasil tambang emas di Dusun Batu Putri Desa Tarahan Kecamatan Katibung Lampung Selatan,di duga belum mengantongi izin dari Dinas terkait.

Pengolahan hasil tambang emas ini tidak memiliki izin dari Dinas Pertambangan dan Energi Sumber Daya Mineral(ESDM)Provinsi Lampung,Jadi jelas tidak memiliki izin dari Dinas Terkait.”Kata Dinas Pertambangan,Abraham PWK kepada Media Purna Polri.

Abraham mengaku sudah mengetahui kegiatan itu sudah ada sedari dulu,”Saya sudah tahu dari dulu, nanti Saya akan turun kelokasi tambang dan tempat pengolahannya tidak jauh dekat Pabrik PT Sanxiong Steel.

“Jadi jelas Dinas Pertambangan belum pernah mengeluarkan izin ke pelaku usaha pengolahan emas hasil tambang ilegal itu,” Terangnya Abraham.

Sementara Itu,Dedi dan Abas yang mengaku sebagai pemilik, saat dilokasi keduanya tidak dapat menunjukan izin pengolahan emas hasil tambangnya tersebut.

Menurut Abas pengolahan hasil emas penambangannya itu baru berjalan.

“Masih merugi, Saya olah berdua dengan Dedi ini pun modalnya masih piutang dan merugi belum ada keuntungnya,”Kilahnya.

Saat dikomfirmasi,Kepala Desa Tarahan mengaku bahwa kegiatan pengolahaan emas diwilayah itu tidak memiliki izin,Jadi jelas pelaku usaha di Desanya itu belum mengurus proses pengajuan izinnya ke Desa,” Ungkap Kades Junaidi Kepada Media Purna Polri Minggu(16/09).

“Saya tidak tahu kalau ada pengolahan hasil tambang emas ilegal di Desa Saya ini,”Pungkasnya.

Dikonfirmasi lebih lanjut,Dinas Petambangan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung, melalui Kabid nya Abraham PWK membenarkan,Bahwa pengolahan hasil tambang emas yang berada di wilayah Desa Tarahan itu tidak miliki izin alias ilegal.

“Kata Abraham,Pelaku usaha tanpa(IUP)bisa kena pidana 10 Tahun dan denda 10 Milyar.(Hen/Asmawan Media Purna Polri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini