
MEDIA PURNA POLRI,ROKAN HILIR – Dinas Lingkungan Hidup Tinjau ulang Kembali PKS PT. BSS Balam Sawit Sejahtera.
Tim Verifikasi Tindak Lanjut Pengaduan Masyarakat Dinas Lingkungan Hidup Kab Rokan Hilir , Dan Guru SDN 017 Beserta Pihak Perusahan Telah Melakukan Peninjauan Kelokasi Kejadian Yaitu Di Sekitar SDN 017 ,Pabrik,Kolam IPAL Dan Aliran Parit/Kanal Di Sekitar Pabrik Sawit Tersebut.
Adapun Hasil Verifikasi Di lapangan Sebagai Berikut:
Pada Saat Di Lakukan Verifikasi Dilapangan Di SDN 017, Pada Jam 15.30 WIB Tidak Terdapat Bauk Busuk Dan Menyengat.
Berdasarkan Informasi Dari Guru SDN 017 Dan Masyarakat,Bau Busuk Dan Menyengat Yang Tinggi Berada Pada Jam 6.30 WIB s/d 12. WIB.Dan Jam 20.00 WIB, s/d 24.00 WIB.
Dampak Dari Kebauan Tersebut Terhadap Murid SDN 017 : Sesak Napas ,Kepala Pening Dan Bagi Murid Yang Mengirup Asma Dapat Menyebabkan Pingsan.
Belum Ada Bantuan / Progeram Csr Dari Pihak Prusahaan Terhadap SDN 017.
Terdapat Air Lindi Dari Janjangan Kosong Yang Mengalir Keparit Aksm Yang Bermuara Kesungai Murini.
Air Cucian Pabrik ,Air Kalsium Dan Air Blowdown Bolier Dibuang Langsung Keparit Yang Menuju Rawa -Rawa Yang Berada Di Belakang Pabrik.

Dengan Menggunakan Gorong-Gorong Beton Berdiameter 100 Cm , Dari Rawa- Rawa Tersebut Dibuang Kekanal Yang Mengarah Kesungai Murini.
Terdapat Kolam Kecil Yang Berdiameter +2-3 Meter Yang Berada Di Samping IPAL Kolam 8, Air Di Dalam Kolam Kecil Tersebut Berwarna Hitam Kecokelatan Dan Berbau.
Terdapat Luberan(Run off) Air Dari Flat Bed Land Aplikasi Yang Berada Disamping IPAL Kolam Cooling Pond .
Air Luberan Tersebut mengalir Kekanal Yang Berada Di Samping Kolam IPAL Menuju Waduk 2.
Tidak Terdapat Plang Sama Untuk Setiap Kolam IPAL.
Perusahaan Belum Melakukan Upaya Pengelolaan Lingkungan Sebagaimana Yang Telah Di Tetapkan Didalam Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup – Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (Dokumen UKL – UPL) Milik Perusahaan Yaitu:
1. Belum Melaksanakan Penanaman Pepohonan (Penghijauan) Dengan Tanaman Yang Berdaun Banyak Seperti tanaman Puring ,Lidah buaya,Sri Rezeki,monstera Dan Pandan Bali Serta Bunga-Bunga Wangi Seperti Melati,Gerdenia,Sedap malam,Atau kemuning Di Sekeliling Areal Ipal untuk Mengurangi Bau dari Ipal.
2. Belum melaksanakan Penanaman Di Jalur Hijau(Seperti Tanaman Bambu)dengan Kerapatan tinggi di sekeliling pabrik untuk menetralisir kebisingan.
3. Belum melaksanakan pembuatan sistem Drainase Pabrik Dengan Memisahkan Drainase Air Hujan Dengan drainase Air Cuci Pabrik.Untuk drainase Air Cucu Pabrik Sistem Drainase Di Buat Dengan Muara ke Oil Trap Untuk Ceceran Minyak Dan Oli Yang Terbawa.
4. Belum Melaksanakan Penanaman pepohonan (Penghijauan) Di Sekeliling IPAL Dan Kompleks PKS Untuk Mengurangi Bau dari Limbah Cair Pabrik.
5. Belum melaksanakan pemanfaatan Limbah Gas Dari IPAL (gas metane) Yang Memicu Bau Sebagai Bahan Baku Pembangkit Listrik Bio diesel.(Tutur Suriadi MPP)



