Media Purna Polri, Jakarta – Permasalahan Kali Bekasi yang tiada hentinya tercemar limbah dan bahan berbahaya beracun (B3) tentunya harus disikapi secara serius dan AKSI NYATA. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Agus Salim Tanjung So,si melalui pesan aplikasi whats app, senin (04/09/2018).
Agus Salim Tanjung So,si mengatakan, Sebelumnya AMPHIBI pernah memberikan Solusi kepada Sekretaris Dinas LH Kota Bekasi. saat di undang Sekdis LH pada tahun 2017 dikarenakan undangan AMPHIBI bersama Kementerian LHK membentuk KAUKUS LINGKUNGAN HIDUP BEKASI RAYA Dinas LH Kota Bekasi tidak hadir.
Lanjutnya, Audensi KAUKUS LINGKUNGAN HIDUP BEKASI RAYA sempat memaparkan SOLUSI permasalahan pencemaran lingkungan disepanjang kali bekasi. Tetapi, tidak ada tanggapan dan respon baik dari Sekdis LH Kota Bekasi sampai saat ini.
Sekarang AMPHIBI sudah berumur 2 tahun yang telah melalui proses kelayakan tolak ukur aktifitas lembaga oleh pemerintah.
Senin siang , 03 September 2018 Kepala Dinas LH Kota Bekasi Jumhana Luthfi melalui WApri Ketua Umum AMPHIBI meminta dibentuknya KPPL KALI BEKASI.
Hal ini tentunya melihat hasil kerja NYATA AMPHIBI dalam memberikan SOLUSI Kali di Sroko Tegal Kec.Jemur Sari Kota Surabaya melalu Kampung Peduli Pencemaran Lingkungan KPPL Kedung Sroko Tegal Kota Surabaya Jawa Timur, KPPL MARENDAL II PATUMBAK Sumatera Utara, KPPL BOMEN di Kelurahan Bojong Menteng Kota Bekasi Jawa Barat yang sedang viral di berbagai media.
Mungkin ini menjadi tolak ukur Dinas LH Kota Bekasi menyikapi kinerja AMPHIBI dalam memberikan SOLUSI.
Permohonan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi untuk membuat KPPL sepanjang KALI BEKASI tanpa pikir panjang disambut baik Ketua Umum AMPHIBI Agus Salim Tanjung So,si yang berdomisili di Kota Bekasi.
Ketua Umum AMPHIBI Agus Salim Tanjung So,si bersama Team khusus KPPL dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi sepakat akan melakukan pertemuan pada hari Rabu, 5 September 2018 di Kantor DLH Kota Bekasi.
Adapun agenda pertemuan membahas persiapan pembentukan Kampung Peduli Pencemaran Lingkungan (KPPL) sepanjang Kali Bekasi.(red/litbang)



