
MEDIA PURNA POLRI,KARAWANG- PT Indotech di kawasan industri KIC Karawang pada Salasa (08/05/2018) didemo oleh sekelompok orang yang mengatas namakan Karang Taruna dan Warga Desa Sukaluyu Kecamatan Teluk Jambe Timur Kabupaten Karawang, pasalnya menurut informasi aksi tersebut ada keinginan pihak yang aksi untuk mendapatkan SPK Limbah dari perusahaan tersebut.
Karena kejadian di lokasi sempat memanas, Oknum Karang Taruna dan warga Desa Sukaluyu berorasi sambil berusaha masuk dengan mendorong-dorong gerbang pagar PT Indotech, namun upaya tersebut dapat dicegah pasukan Dalmas Polres Karawang, yang berjaga di depan gerbang perusahaan.

Aksi orasi massa tersebut tidak berlangsung lama, AKBP Hendy F Kurniawan. Kapolres Karawang terjun langsung berada di hadapan massa, dengan menggunakan pengeras suara, dihadapan massa yang melakukan aksi, dirinya menghimbau agar menghentikan aksi yang menganggu ketertiban dan keamanan lingkungan.
Lebih lanjut dirinya meminta agar massa segera membubarkan diri, dan melakukan upaya yang lebih sehat untuk mendapatkan SPK Limbah, tidak menggunakan cara dengan gaya jagoan atau gaya preman, dan mengganggu ketertiban lingkungan atau kawasan tersebut, apalagi menurutnya aksi massa tersebut tidak ada izin sebelumnya.
Tindakan tegas Kapolres Karawang, AKBP Hendy F Kurniawan, terhadap aksi ‘brutal’ massa pendemo PT Indotech Metal Nusantara (IMN) di Kawasan Industri KIIC Lot C-7 Jalan malah berujung pencopotan jabatan.

Sesuai surat telegram Kapolri nomor ST/1277/V/Kep/2018 tertanggal 9 Mei 2018, yang ditandatangai Karobinkar Brigjen Pol Eko Heri S, jabatan Kapolres Karawang, AKBP Hendy Febrianto Kurniawan, dimutasikan sebagai Pamen Bareskrim Polri ( diarahkan pada Dittipideksus).
AKBP Hendy digantikan AKBP Slamet Waloya yang sebelumnya menjabat Kassubagrenpers Bagren Rojianstra SSDM Polri.
Menilik pergantian dadakan pucuk Pimpinan Kapolres Karawang, diduga akibat video viral tindakan tegas Hendy saat meredam aksi massa Karang Taruna Sukaluyu yang mendemo PT Indotech.
Di video tersebut AKBP Hendy lantang mengimbau massa aksi yang sempat anarkis merangsek dan menjebol pagar PT IMN saat aksi menuntut pengelolaan limbah scrub.
Kapolres saat itu didampingi Kapolsek Telukjambe Timur, Kompol Ahmad Mulyana, dan Kasat Sabara AKP Bambang Sumitro, berikan imbauan agar massa membubarkan diri karena aksinya disebut tak berijin.

Namun, dari imbauan tersebut, AKBP Hendy mengeluarkan ucapan tegas dalam memberikan imbauan dengan menyebut nama dua institusi Marinir dan Kopassus, yang saat itu turut serta bersama massa melakukan demo,tetapi anggota tersebut tidak dalam bertugas karena tidak memakai atribut anggota.
Ternyata, ucapan Hendy di video tersebut viral dan dianggap menyinggung institusi TNI. Bahkan, mucul video lain saat AKBP Hendy mengucapkan permintaan maaf kepada dua jajaran Marinir dan Kopassus didampingi dua orang berseragam loreng berbaret merah dan biru.
Kapolres yang terkenal tegas dan Berani itu menembak mati 16 begal semasa dipercaya menjabat di Karawang itu, mengucapkan pesan singkatnya kepada awak media setelah diketahui mendapat telegram mutasi. Hendy enggan menceritakan detail perihal penggantian jabatannya secara tiba-tiba itu.(Margono S/Dadang A)



