
MEDIA PURNA POLRI,SUMUT– Dentuman musik dari keyboard tunggal di lesehan sekaligus Cafe Remang-remang di lahan garapan Jalan Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, mendadak berhenti ketika beberapa Personel Polisi datang ke lokasi, Minggu (6/5/2018) dinihari tadi.
Petugas yang tiba langsung menyisir pondok-pondok kecil yang memang disiapkan pengelola untuk pasangan mesum yang masuk ke sana.
Di gubuk bersekat dengan ukuran 1,5×1,5 meter pertama, Polisi tak menemukan pasangan kumpul kebo. Namun saat beranjak ke gubuk disebelahnya yang berjarak sekitar 3 meter, Petugas menemukan sepasang Muda-mudi yang tengah asyik “indehoy” alias bercumbu.
Kedua pasangan itu hanya bisa terpaku saat digrebek petugas, karena tidak mengenakan sehelai benang pun. Begitu lampu senter petugas menyoroti kedua pasangan yang belum suami istri itu, kontan teriak histeris. “Hey! Jangan disorot-sorot bang. Kami kan malu, kami sudah tunangan ini,” teriak wanita berusia belasan tahun sambil buru-buru mengenakan pakaian dalamnya.
Mendengar itu, Kapolsek Percut Sei Tuan yang memimpin razia langsung membentaknya. “Kalian kan belum resmi menikah. Mana buku nikah kalian? Jadi jangan buat dosa kalian. Ayok ikut kita ke kantor!” hardik Kompol Faidil Zikri.
Kedua pasangan itu pun didata oleh petugas. Kendaraan roda dua yang terparkir di gubuk tempatnya mesum juga ikut dibawa ke Mapolsek. Sementara, para anggota lain menyisir di pondok-pondok yang sengaja memang disediakan pemilik lesehan.
Hasilnya, 2 pasangan tak jelas kembali terjaring dari Masing-masing pondok. Sama seperti pondok sebelumnya, dua pasang muda-mudi yang masih juga ditemukan sedang bercumbu tanpa busana di dalam pondok tertutup tersebut.
Bahkan, saat akan dibawa, para pasangan mesum itu sempat berontak kepada petugas. Namun, karena jumlah petugas yang cukup banyak dan memang sadar bersalah, mereka yang sengaja menghabiskan malam mingguan di tempat remang-remang itu akhirnya hanya bisa tertunduk malu sembari menutup wajah dan dengan berat hati menuruti perintah Petugas.
Namun, saat akan beranjak melakukan penggerebekan ke tempat maksiat lain, pemilik lesehan yang disebut-sebut bernama, Sugeng (45) keluar dari sarangnya. Pria betubuh gempal dengan perawakan sangar itu keluar sembari marah-marah ke arah petugas.

“Kan saya sudah setor bos. Kok main razia dan bawa-bawa saja,” sergahnya menantang kepada petugas.
Mendengar ucapan menantang Sugeng itu, Kapolsek pun langsung membentaknya. “Sama siapa sampean setor..? Sampaean sudah diperingati tapi terus melawan dan membantah. Cepat pakai bajumu,” seru Kompol Faidil.
Karena tetap membantah dan mencoba melindungi usaha maksiatnya, Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Iptu MK Daulay jadi geram.
“Udah bawa aja, garis Polisi tempat ini,” bentak Iptu Daulay, yang langsung diamini Kapolsek sembari memerintahkan anggotanya memasang garis Polisi.
Hotel Deli Indah
Dari situ, petugas langsung memboyong hasil tangkapan dan selanjutnya merazia Hotel Deli Indah 2 yang berada di sebelah lesehan Sugeng tadi.
Namun, ketika memasuki halaman hotel yang berjajar dengan gedung elit permanen, Polisi sedikit mengalami kendala. Pasalnya, tak satupun pintu kamar hotel yang digedor petugas dibukakan penghuni hotel.
Salah satu pasangan yang digrebek dari Hotel Indah 2.
Polisi akhirnya meminta petugas hotel untuk mengambil kunci kamar cadangan. Dan hasilnya, di kamar pertama yang digeledah, petugas kembali mengamankan pasangan mesum bukan suami istri. Namun, keduanya yang sudah tau kedatangan Polisi sudah berpakaian lengkap.(SG/JL)



