BANDUNG (MPP) — Dalam rangka menyambut pilkada serentak 2018 yang aman dan kondusif serta bebas hoax. Polda Jawa Barat (Jabar) menggelar Tabligh Akbar di halaman Mapolda Jabar Jalan Soekarno Hatta, Selasa 24 april 2018.
Pada kegiatan tersebut selain di hadiri ribuan peserta dari Kepolisian Polda Jabar, juga dihadiri dari MUI dan anggota TNI dari Kodam III/Siliwangi beserta para tamu undangan lainnya. Kegiatan acara di isi oleh penceramah Nasarudin Umar (Imam Besar Mesjid Istiqlal Jakarta).
Wakapolda Jabar Brigjen Pol Supratman mengatakan, tujuan kegiatan Tabligh Akbar ini sebagai ajang silaturahmi antara Polri dengan segenap lapisan masyarakat sehingga terjadi dukungan yang baik saling bersinergi, saling bekerja sama juga saling mendukung bekerja sama untuk mewujudkan situasi Kamtibmas aman dan kondusif di wilayah Jabar.
“Saya mengucapkan selamat datang dan mengucapkan terima kasih atas kehadirannya di Mapolda Jabar, sebagai mana yang kita ketahui bersama bahwa Bangsa Indonesia yang terdiri dari lebih kurang 16.000 ribu pulau dan 1.350 suku bangsa yang besar ,” ujar Wakapolda yang mewakili Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto disela-sela kegiatan tabligh akbar nya.

Lebih lanjut Ia mengunkapkan, bahwasanya sejarah mencatat bahwa kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, tidak lepas dari peran para Ulama dan para tokoh agama dari masyarakat dalam melawan penjajah.
“Dengan cara menyadarkan rakyat akan tidak keadilan dan penyelewengan para penjajah, kemudian para Ulama yang memimpin umatnya seperti di pesantren-pesantren dengan melakukan gerakan non konferatif melawan penjajah, memberikan peranan secara fisik kepada penjajah hingga pada awal kemerdekaan harus banyak orang tokoh Kalangan dari Berbagai Agama,” ungkapnya.
Wakapolda menambahkan, pada kesempatan ini Ia akan komunikasikan permasalahan Kamtibmas yang harus ditunjukan dalam upaya secara bersama-sama dalam rangka mewujudkan situasi yang kondusif.
“Alhamdulilah secara umum wilayah jabar ini cukup aman dan kondusif Namun ada hal yang perlu kita jaga bersama-sama terkait kerukunan beragama dengan persatuan dan kesatuan bangsa dan bernegara mengingat isu-isu intoleransi dan radikalisme berpotensi Sara melalui akun media sosial,” paparnya.
“Kehadiran internet di jajaring media sosial tidak dikelola dengan baik sehingga terjadi penyebaran ujaran kebencian dan berita-berita Hoax di medsos akhir-akhir ini menunjukan Pro dan Kontra dimasyarakat akan berpengaruh kepada stabilitas keamanan,” sambungnya.
Kendati demikian, Ia menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat supaya tidak mudah terprovokasi. Ia meminta supaya masyarakat alangkah baiknya tanyakan dulu kepada pihak berwajib mengenai kebenarannya. Sehingga dapat terhindar dari pemberitaan-pemberitaan hoax. Agama islam mengajarkan apa bila menerima suatu berita yang belum jelas kebenarannya.
“Permasalahan tersebut sering dimanfaatkan oleh orang yang tidak berkepentingan untuk memperkeruh suasana sehingga situasi Kamtibmas tidak kondusif dan akhirnya terjadi benturan antara masyarakat dengan masyarakat, maupun masyarakat dengan pemerintah,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Wakapolda, pelaksanaan pilkada serentak tahun 2018 di wilayah hukum Polda Jabar, diantaranya pemilihan Gubernur, pemilihan Walikota dan pemilihan Bupati yang pelaksanaannya sejak 27 september 2017 sampai saat ini, telah memasuki masa kampanye dan puncaknya pada tanggal 27 juni 2018 nanti akan dilaksanakannya pemungutan suara. Oleh sebab itu, hal tersebut selalu memberikan potensi yang sangat tinggi dan apa bila tidak dikelola dengan baik.
“Seperti terjadi kerusuhan kampanye, gesekan antar pendukung, peruksakan TPS, money politik dan isu sara Hoax, aksi kekerasan masa untuk itu masyarakat Jawa Barat diharapkan dalam pemilihan pilkada lebih mengutamakan persatuan dengan dedikasi Kamtibmas tetap kondusif dalam pelaksanan pilkada 2018,” pungkas Wakapolda Jabar.(Bambang/Cecep K).



