MEDIA PURNA POLRI,JABAR- Kapolda Jabar Irjen Pol. Agung Budi Maryoto mengadakan jumpa pers/Press Release mengenai miras oplosan di Cicalengka, Dalam keterangannya beliau menyampaikan bahwa
Sejak Senin 6 April 2018 banyak pasien yang berobat di RSUD Cicalengka, RSUD Majalaya, dan RS AMC dengan keluham mual, pusing, dan mata kabur bahkan dari total 222 korban sebanyak 41 telah meninggal dunia. Dari hasil diagnosa dokter disimpulkan karena Intoksikasi Alkohol.

Dengan adanya kejadian tersebut Polres Bandung yang di back up Direktorat Narkoba Jabar melakukan penyelidikan dengan melakukan pemeriksaan saksi saksi korban yang dirawat, Memeriksa saksi penjual miras, Sampel darah, Urine, Muntahan dan mengambil sisa minuman botol kemasan air mineral untuk dibawa ke laboratorium forensik.

Dalam pengembangan penyidikan telah ditetapkan 2 tersangka, Julianto Silalahi(JS) sebagai penjual minuman oplosan dan Hamcia Manik (HM) sebagai pemilik serta telah dilakukan penggeledahan dirumah tersangka Hamcia Manik (HM) di Jln.Raya By Pass No.40 Kp.Bojong Asih Rt.03/08 Ds. Cicalengka Wetan Kec. Cicalengka Kab. Bandung.

Dalam penggeledahan tersebut ditemukan beberapa barang bukti yang ada di sebuah Gazebo(saung) ukuran 2.5×2.5m, berbentuk bunker diduga tempat menyimpan bahan baku, Produksi minuman oplosan dan penyimpanannya.

Kedua tersangka diduga melanggar pasal 204 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara dan atau Pasal 141 Sub Pasal 142 UU No.18 Tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman 2 tahun penjara.

Akhir dari keterangan Jendral Bintang Dua ini berpesan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh tergoda dengan minola ginseng,Dan menengaskan Jajaran Polda akan melakun razia miras secara masip bekerja sama dengan BPOM untuk mencegah peredaran miras ini . Turut hadir dalam Press Release tersebut Bupati Bandung Dadang M Naser, Dandim Andre W.K kapolres Bandung Indra H beserta jajaran dari Muspida.  (Hafidz/RDY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini