MEDIA PURNA POLRI,TANGERANG-Pembangunan turap dikampung Lio kereta RT015/002 Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang,
Sabtu (07/04/2018).

Diduga dikerjakan asal jadi. Selain itu, Proyek pembangunan turap tidak terpasang papan informasi.

Menurut,LSM Universal Monitoring Indonesia(UMI)dan BPBN Imbron Kancil selaku Katim(ketua tim investigasi), Proyek pembangunan Turap dikerjakan asal-asalan, seperti pada pemasangan batu pertama sebagai pondasi yang tidak digali sebagaimana mestinya. “Diduga volume tinggi dikurangi dari pada semestinya,” Ujarnya kepada awak media  saat melakukan sidak, belum lama ini.

“Selain itu, proyek dikerjakan dengan menggunakan adukan tidak sebagaimana mestinya, dikarenakan kondisi sawahnya ada airnya, Untuk kualitas yang maksimal harusnya pondasi awal digali dengan kedalaman yang sudah ditentukan dalam RAB, Airnya juga seharusnya dikeringkan dahulu, ketika melaksanakan pemasangan batu belahnya,”Terangnya.

Pemasangan turap yang tidak dilakukan penggalian, tentu akan mengurangi kualitas bangunan turap tersebut, serta mengurangi anggaran yang sudah ditetapkan. Seperti halnya kedalaman pondasi dari permukaan tanah, akan tidak sesuai dengan yang ada dalam RAB,” Imbuhnya.

“Anggaran yang sudah diplot itu pasti ada untungnya buat pemborong, jangan ingin mengeruk keuntungan lebih banyak lagi, dengan tidak memperhatikan kualitas bangunan turap. Yang lebih anehnya lagi pengawas dari Dinas dan konsultan, terkesan diam saja,

ada apa ini? ,”Tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemborong belum berhasil ditemui, Hanya salah seorang pekerja pembangunan turap saja yang bisa ditemukan di lokasi proyek,namun saat diwawancarai saya tidak tahu ini proyek siapa- siapa saya cuma kerja kuli saja,”Ungkap pekerja (Team)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini