Polda Metro Jaya Tangkap WNA Pencurian Data Elektronik (SKIMMING) Pada Mesin ATM

"BERANI KARENA BENAR"

110
views

Jakarta (MPP) 03/04/2018 – Banyaknya para nasabah bank yang kehilangan uangnya akibat tindakan kriminal pada pencurian data elektronik (SKIMMING) menjadi suatu kerugian juga oleh para Bank Swasta Indonesia dan Bank Negeri Indonesia.

“Dalam laporan tindak kasus pencurian data elektronik atau tindak pidana pencucian uang Subdit 3 / Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap 4 tersangka Warga Negara Asing (WNA) yang sudah beraksi dalam beberapa bulan belakangan ini.” Ucap Kombes. Pol. Argo Kabid Humas Polda Metro Jaya.

“Dalam tindak kriminal tersebut para tersangka menjalankan aksinya secara berkelompok, WNA yang di identifikasi merupakan Warga Negara Asal Bulgaria, Chili, dan Taiwan.” Tambah Kombes. Pol. Argo.

“Dalam menjalankan aksinya para tersangka membagi tugas ada yang bertugas sebagai pencipta alat skimming ada yang bertugas sebagai pemasang alat dan ada yang bertugas sebagai pengambil uang pada mesin yang telah di pasangkan alat skimming.” Jelas Kombes. Pol. Nico Afinta Dirreskrimum Polda Metro Jaya.

“Pada penangkapan tersebut kami juga mendapat bantuan oleh petugas security yang sedang berjaga, oleh karena itu atas apresiasinya Kapolda akan memberikan penghargaan kepada security yang membantu menangkap para tersangka.” Tambah Kombes. Pol. Nico Afinta.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada saat ingin bertransaksi untuk mengambil uangnya pada setiap mesin ATM, kami harap agar memeriksa mesin ATM terlebih dahulu dan selalu menutupkan tangan saat hendak menekan PIN ATM, dan kami berharap kerja samanya jika melihat hal yang mencurigakan pada setiap lokasi mesin ATM agar segera melaporkan kepada pihak berwajib atau petugas yang sedang berjaga pada lokasi tersebut.” Papar Kombes. Pol. Nico Afinta.

“Tersangka hanya membutuhkan waktu sekitar 10 sampai 15 menit untuk memasang alat skimming pada mesin ATM dan dalam waktu seminggu bisa di dapat ratusan data nasabah yang telah di curi dan siap untuk di duplicatkan, kami juga berharap agar para nasabah mengganti PIN ATM nya secara berkala guna mengantisipasi tindakan tersebut.” Imbuh Kombes. Pol. Nico Afinta.

Para tersangka kini dikenakan pasal 363 KUHP dan atau pasal 46 Jo pasal 30 dan pasal 47 Jo pasal 31 ayat (1) dan (2) UU RI No.19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI No.11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau pasal 3,4 dan 5 UU RI No.8 Tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang.

(Willy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini