MEDIA PURNA POLRI,JABAR- Pada hari Selasa Tanggal 03 April 2018 pukul 09.45 wib, Bertempat Grand Pasundan Convention Hall jalan Peta no. 241 Kota Bandung, Telah berlangsung Acara Seminar Kebangsaan Pilkada Jawa Barat 2018 Bebas Hoax ” Cerdas Berinformasi untuk Pilkada Damai “.

Maksud dan tujuan kegiatan tersebut dalam rangka mensukseskan Pemilu Kepala Daerah Jabar 2018 yang bebas Hoax.

Adapun yang hadir dalam kegiatan tersebut:
– Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs. Agung Budi Maryoto,Wakasatgas Nusantara Mabes Polri Brijen Pol. Drs.DR. H.M Fadil Imran, M.SI, Gubernur Jabar yang di wakili Kadis Kominfo Jabar,Ferdinan ST Komisioner KPU Jabar,Drs. Harminus Koto Ketua Bawaslu Jawa Barat Ary Shyaril Ramadhan Ketua Aliansi Jurnalis Independen,Wadir Intelkam Polda Jabar AKBP Sukendar, S.Ik ,Paslon Cagub dan Cawagub Jabar,Paslon Walikota dan Wakil Walikota Bandung,Perwakilan KPU kab/kota Se Jabar, serta Perwakilan Panwaslu Kab/kota Se Jabar.

Dalam kesempatan itu ketua penyelenggara Sdr. Angga menyampaikan pada intinya kita pada saat ini memasuki tahun demokrasi di Provinsi Jabar yang bebas dari HOAX cerdas berinformasi untuk Pilkada damai sehingga dalam perhelatan demokrasi di Jabar dapat berjalan aman lancar dan kondusif.

Sementara Sambutan Gubernur Jabar yg diwakili oleh kepala Kadis Kominfom Jabar, Menyampaikan pada intinya Pilkada Jabar tahun 2018 dapat berjalan lancar, Perhelatan Demokrasi dapat menjadi suatu wadah pendewasaan ,Baik dari informasi HOAX/ informasi yang menyesatkan sehingga dalam pelaksanaan Pilkada di Jawa Barat dapat berjalan aman dan lancar.

Dengan maraknya berita HOAX perlu kita menganalisa kebeneran berita tersebut sehingga kita tidak mudah terpancing dan terprovokasi yang imbasnya dapat menimbulkan perpecahan ditengah- tengah masyarakat.Acara di lanjutkan dengan Diskusi sesi 1 terkait pencegahan berita HOAX dengan Moderator Sapta Atmaja.

Brijen Pol. Drs.DR. H.M Fadil Imran, M.SI menyampaikan berita HOAK ini muncul pada tahun 2016 dan masuk kepada UU ITE di bagi kepada dua kelompok yaitu berita ekploitasi dan berita ujaran kebencian yg mengarah ke arah unsur sara.
Drs. Herminus Kotto Ketua Bawaslu Jabar Menyampaikan pada intinya pengawasan kampanye dalam medsos pilkada tahun 2018 terkait dengan ujaran kebencian bukan hal yang baru tetapi sudah lama terjadi dalam hal perebutan kekuasaan sehingga banyak fitnah- fitnah yg terjadi di tengah- tengah perhelatan Pilkada.

Ary Shyaril Ramadhan Ketua Aliansi Jurnalis Independen , Menyampaikan terkait hoax dan ujaran kebencian di tahun politik melalui media sosial (Pesan berantai, Repost, Retweet) adapun cara tangkalnya adalah dengan edukasi literasi media, Pendidikan kepada publik tentang etika dan cara bermedsos, Penegak hukum wajib menindak tegas pembuat dan penyebar disinformasi dan ujaran kebencian serta keterbukaan informasi publik dengan data yang valid.

Ferdinan ST Komisioner KPU Jabar menyampaikan kita melaksanakan pemilu Pilkada bertujuan untuk mencerdaskan dan mensejahterakan masyarakat juga berjuang menghasilkan dan memerangi kemiskinan juga melawan kebodohan. Selanjutnya Diskusi sesi ke 2 moderator dari team masing masing paslon.

Team Paslon Rindu Sdr. Sidkon Jambi menyampaikan pada intinya sangat mendukung acara seminar terkait berita hoax , Jadi setiap pemberitaan agar tetap di saring dan tidak menyebarkan ujaran kebencian.

Team Paslon Hasanah Sdr. Mathiuswakil bendahara DPD PDI Prop Jabar berkomitmen untuk memerangi hoax karena berita bohong itu akan membius masyarakat ke arah yg tidak jelas sehingga akan menimbulkan provokasi mari bersatu padu untuk sama sama perang terhadap hoax.

Team Asyik Sdr. Samsul Bahri menyatakan bahwa berita hoax ini kalau di biarkan akan merusak tatanan baik menjelang pelaksanaan pilkada maupun tidak dalam menjelang pelaksanaan pilkada, karena itu kita semua sepakat untuk mendewasakan semua elemen masyarakat untuk tidak percaya dan tidak menyebarkan berita hoax juga ujaran kebencian.  (Rudy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini