MEDIA PURNA POLRI,KALTARA – Beberapa kali menggagalkan peredaran Narkoba jenis Sabu-sabu, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B (KPPBC TMP B) Tarakan, Romi Haryono Julianto menyatakan bahwa semua pihak terkait masih dihadapkan dengan tantangan berbagai modus yang terus dikembangkan oleh para penyelundup, Senin (26/03/2018).
“Tahun 2018 ini belum ada tangkapan untuk Tarakan. Namun, kami sering dapatkan modus yang dilakukan para penyelundup, Khususnya di terminal kedatangan (bandara) masih di dominasi oleh barang bawaan penumpang, Dan penyembunyian di badan,” Ungkap Romi.
Selain dari segi kuantitas, Bea Cukai juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pengawasan dengan meningkatkan sinergi dengan instansi penegak hukum lainnya, Di antaranya BNNK, Polres, Dan khusus di bandara, Aviation Security (Avsec).
Diungkapkan Romi, 21 April 2017 lalu, Anggota operasi gabungan antara BNNK Tarakan, Bea dan Cukai telah melakukan penindakan terhadap Narkotika jenis Sabu-sabu dengan berat total kurang lebih 4 kilogram (kg). “Modus yang digunakan dengan cara Sabu-sabu dikemas di dalam Teh Cina yang berasal dari Tawau ke Tarakan. jadi di situ kejelian petugas untuk barang-barang seperti ini”, Jelasnya.
Sebagai wilayah yang letak geografisnya berdekatan dengan perbatasan, Terutama Malaysia dan Filipina, Dua Negara ini identik lalu lintas terduga teroris maupun penyelundupan barang ilegal dan Narkoba.
Untuk mencegah dan memberantas kejahatan Narkoba ini, Pemerintah pusat juga sedang mengodok rancangan Instruksi Presiden (Inpres) tentang Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap. Narkoba (P4GN) 2018-2019. Rancangan Inpres ini merupakan kelanjutan dari Inpres nomor 12/2011 terkait pelaksanaan kebijakan dan strategi nasional pencegahan dan pemberantasan gelap Narkoba.
Dengan adanya instruksi tersebut tentunya akan mempertegas komitmen seluruh penegak hukum dalam upaya pemberantasan.
(Muh.Nafsir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini