MEDIA  PURNA POLRI, RIAU- Diduga oknum Tni dan Polisi yang memback up PT.Alona Indrawan Perkasa/ Sulaiman Ketua Dpc Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi KPK, Perwakilan masyarakat Desa Penglehan Kecamatan Keritang Kabupaten Inhil Riau, Merasa kecewa dikarenakan oknum tersebut menghambat masyarakat untuk mempertahankan hak miliknya, Yang sudah siserobot oleh PT Alona Indrawan Perkasa.Yang diduga tidak punya izin, Akan  tetapi tetap beroperasi terus sampai hari ini, Pihak Pemda dan DPRD Inhil cuma jadi penonton dan tutup mata juga tutup telinga.Kami sebagai masyarakat kecil meminta kepada DPRD Sebagai perwakilan  masyarakat  untuk menindak  PT yang sudah menyerobot lahan kami .Kami mempunyai legalitas,Dan kami sebagai masyarakat minta kepada instansi terkait jangan legalitas kami yang di pertanyakan coba pertanyakan legalitas PT.ALONA INDRAWAN PERKASA.Jadi kami sebagai masyarakat pengalihan Keritang menduga ada oknum Tentara dan Polisi yang memback up PT tersebut, Makanya PT tersebut masih beroperasi sampai hari ini kami sebagai masyarakat menduga jangan – jangan Pemda Inhil/DPRD Inhil sudah terima upeti dari Pt Alona Indrawan Perkasa.

Keterangan masyarakat,Saat di wawancarai Awak Media,Bahkan persoalan PT Alona/Indrawan Perkasa sudah sampai di Mendagri dan Komnas HAM bahkan dua Kementerian sudah menyurati Gubernur Riau, tgl 9 Desember 2016. Dan surat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Yang di tujukan kepada Bupati Inhil HAM Wardan dan ketua DPRD Inhil, tangal 17 pebruari 2017, Juga tidak ada tindak lanjutnya alias di diabaikan.Dengan demikian, Maka dalam waktu yang dekat ini masyarakat  Desa Pengalihan Keritang Kabupaten Inhil  akan melakukan pematokan tapal batas desa dan menduduki lokasi lahan yang diserobot oleh PT Alona/Indrawan Perkasa. (Muslimin)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini