MPP,Jakarta- Seorang pria berinisial LC (20) harus berurusan dengan polisi lantaran menjadi pengedar Narkotika jenis Sabu. Ia ditangkap anggota Unit Narkoba Polsek Kalideres Polres Metro Jakarta Barat di sebuah kamar kost di Jalan Klingkit Rawa Buaya, Cengkareng Jakarta Barat. Jumat (16/03/18).

Sepak terjang LC dalam peredaran Narkoba sudah berjalan cukup lama. Dalam pemeriksaan, Dia mengaku menjadi pengedar lantaran tidak punya keahlian khusus dan lama menganggur.

Kapolsek Kalideres Kompol Effendi SH menerangkan, Pria yang tinggal di Jalan Mangga 15 Duri Kepa Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini menjadi target Polisi setelah adanya informasi dari masyarakat bahwa dirinya adalah pemakai barang haram tersebut dan masyarakat mencurigai aktifitas di sebuah kamar kost yang dimaksud. Setelah dilakukan penyelidikan, Ternyata LC tidak hanya sebagai pemakai melainkan sebagai pengedar.

Ironisnya lagi, Berdasarkan pengakuan LC, Ia mendapatkan barang haram tersebut diperoleh dari ibu kandungnya (DCII) yang sekarang masih dalam pengejaran Polisi (DPO). Bahkan mirisnya, Saudara kandung LC pun sedang menjalani proses hukum dengan kasus yang sama.

“Pelaku (LC) ini mendapatkan barang haram Narkotika jenis Sabu dari ibu kandungnya yang tinggal di kawasan Komplek Permata (Komplek Ambon), Cengkareng, Jakarta Barat. Pelaku mengaku dapat kiriman Sabu sebanyak 10 gram setiap harinya dari ibu kandung LC untuk dijual.” Terang Kompol Effendi.

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Kalideres AKP Syafri Wasdar SH mengungkapkan, Berangkat dari informasi tersebut kemudian tim yang dipimpin langsung Panit Narkoba Ipda Sigit melakukan penyelidikan. LC kemudian berhasil ditangkap di sebuah kamar kost di Jalan Klingkit Rawa Buaya, Cengkareng Jakarta Barat. Dari tangan pelaku ditemukan barang bukti berupa dua paket kecil Sabu dengan berat brutto 0,84 gram yang dikemas di dalam plastik klip untuk siap diedarkan.

“Selain barang bukti Sabu, Kami juga mengamankan satu buah timbangan digital merk Constan warna hitam, Dan satu Unit Handphone merk Iphone 6 warna gold yang diduga dipergunakan pelaku untuk transaksi Narkoba.” Ungkap AKP Syafri.

Syafri menambahkan, Saat ditangkap LC tak berkutik dan dibawa ke Mapolsek Kalideres untuk menjalani proses hukum. Saat dilakukan tes urine, LC terbukti positif konsumsi Sabu. Kepada Polisi, Ia mengaku menjadi pengedar karena terdesak kebutuhan ekonomi.

Kendati demikian, Polisi tidak percaya begitu saja atas alibi pelaku dan akan mengembangkan kasus tersebut untuk nengetahui asal barang haram tersebut.

“Apapun alasannya tetap saja tidak dibenarkan dan harus diproses hukum, Dan kami tegaskan kepada ibu kandung pelaku (DCII) untuk segera menyerahkan diri, Apabila tidak diindahkan maka kami tidak segan-segan untuk menindak tegas terukur.” Tambahnya.

Kapolsek Kalideres menegaskan, Ia bersama Jajaran akan terus mengejar dan mengembangkan kasus ini, Pelaku ini disinyalir sebagai jaringan Kampung Ambon dan ini merupakan kasus yang menjadikan atensi dari Pimpinan kami Kapolres Metro Jakarta Barat untuk memberangus setiap peredaran gelap Narkoba dan akan menindak tegas terukur jika mencoba melawan petugas.

“Kami akan merubah stigma di Jakarta Barat yang rawan akan peredaran gelap Narkoba dan menghilangkan stigma masyarakat akan nama kampung Narkoba.” Tegasnya.

Atas perbuatannya, LC mendekam di sel tahanan Mapolsek Kalideres dan dijerat pasal 114 ayat (1) Sub. Pasal 112 ayat (1) UURI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.   (Indra)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini