
Media Purna Polri_Kota Bandung — Indonesia merupakan negara yang besar dengan jumlah penduduk kurang lebih 250 juta orang, maka potensi perekonomian dan sumber daya manusia di Indonesia sangat besar.
Perekenomiannya disusun dalam sistem usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945 ayat 1 ayat 4. Bapak Koperasi Indonesia, Mohammad Hatta mencitakan perekonomian rakyat yang kecil-kecil hendaklah berbentuk koperasi dan mulai mengolah yang kecil-kecil pula. Kerjasama dan tolong-menolong yang menjadi pembawaan koperasi memberi jaminan bagi kedudukannya dan perkembangannya. Dari bentuk koperasi yang kecil-kecil itu yang masing-masing dilaksanakan dengan aktiva yang teratur dan solidarita perekonomian, koperasi yang kecil-kecil itu akan meningkat berangsur-angsur ke atas sampai sanggup melaksanakan perekonomian kecil dan menengah. Akhirnya perekonomian rakyat yang teratur dengan organisasi koperasi dapat memasuki medan perekonomian yang besar.
Akan tetapi, hingga saat ini perekonomian Indonesia masih lemah, baik dari segi struktur maupun sistem ekonominya. Karena itu salah satu upaya terpenting adalah membentuk pemerataan koperasi. Koperasi di harapkan mampu menguatkan perekonomian Indonesia sesuai amanat UUD 1945. Segala daya telah dilakukan guna mencapai penguatan perekonomian dalam negeri dimulai dari pembuatan sistem dan kebijakan yang baru supaya membuat umkm tumbuh dan berkembang.
Demi mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa ini, CEO dan founder MyUKM, Aldi R Pramanda konsisten mengembangkan aplikasi marketplace MyUKM. Menurutnya, produk UMKM tanah air harus bisa bersaing dengan produk-produk luar negeri, salah satunya dengan
menerapkan skema sistem koperasi (cooperation system) di dalam marketplace Myukm. “Melalui skema ini kami akan memberikan share kepada para penjual yang bergabung di dalam aplikasi market place MyUKM”, tegasnya dalam keterangan resmi di Bandung (27/04/2020).
Sedari awal Aldi dengan timnya terus mengembangkan aplikasi marketplace MyUKM agar bisa dimanfaatkan pelaku UMKM untuk memasarkan produk lokal Indonesia. Aldi menambahkan, tantangan dalam mengembangkan bisnis UMKM ke era digital yakni infrastruktur jaringan. Akses internet harus merata di semua wilayah Indonesia, agar pelaku usaha kecil dan menengah mudah menjalankan bisnisnya.
Secara keseluruhan, Aldi berharap MyUKM mampu mempersatukan para pelaku bisnis UMKM demi tercapainya cita-cita perekonomian rakyat yang kecil-kecil dalam bentuk koperasi dari mulai mengolah yang kecil-kecil, kerjasama dan tolong-menolong dengan memanfaatkan dunia teknologi, sehingga Indonesia ke depannya bisa menjadi negara maju. (Wells)



