MEDIA PURNA POLRI,KALTENG- Akhirnya keluarga korban mati gantung diri RSD tgl 4 Maret 2020 lalu resmi minta bantuan Polres Amuntai untuk mengoutopsi jasad korban mati gantung diri.

Surat permohonan outopsi korban mati gantung diri RSD dibuat tgl 3 April 2020 dan ditanda tangani keluarga korban,yang pada tgl 09 April 2020 dimintai keteranganya oleh penyidik Polsek Babirik untuk memperjelas dasar ajuan outopsi atas meninggalnya RSD yang sementara diduga gantung diri di rumah Pdk Desa Durait Hulu Kec Babirik Kab HSU Prov Kalimantan Selatan.

Tim mpp belum berhasil rekam jejak hubungan dekat antara korban dan Pdk sudah berjalan berapa lama,serta bagaimana latar belakang kehidupan masing-masing,memerlukan waktu lama dan keahlian khusus serta tim yang solid.

Dari sumber keluarga RSD dan Kepala Desa Durait Tengah secara umum perjalanan hubungan dekat RSD dan Pdk kurang harmonis.Kades Durait Tengah pernah kedatangan RSD sebelum meninggal gantung diri sekitar satu setengah bulan sore menjelang Maghrib intinya konsultasi sehubungan korban dipukul Pdk.

Saran Kades Durait Tengah agar korban lapor Polisi dan atau menyudahi hubungan dengan Pdk jika terbiasa memukul korban setiap ada persoalan saran Pk Kades waktu itu belum bisa diterima korban,entah apa alasanya tidak mau lapor ke Polisi jika memang dianiaya Pdk meski mungkin bukan penganiayaan dengan luka berat.

Keterangan Pak Kades Durait Tengah ternyata sejalan dengan keterangan saksi keluarga RSD,tiga orang anggota keluarga korban memberikan keterangan yang sama,sebagaimana konsulnya korban RSD atas sikap Pdk kepada dirinya.

Keluarga korban memberi kesaksian diatas materai,yang menunjukan bahwa mereka benar dan sama-sama mendapatkan keluhan korban sebelum meninggalnya yang untuk sementara diduga gantung diri.

Meski tentunya waktu dan tempat berbeda,antara ibu korban,kakak korban dan adik korban yang pada saat ini mendapat teror dari orang tidak dikenal berupa ketukan pintu ditengah malam,pada rumah dan waktu malam yang berbeda entah apa maksud dan tujuanya karena pintu tidak pernah mereka buka.

Sesaat Sebelum Korban Gantung Diri

Selasa malam Rabu,dini hari jam 2.00 rumah korban kedatangan tamu tak diundang,melalui jendela kamar korban.

Ketukan di jendela kamar korban diketahui dan didengar adik korban SB dan mengenal suara orang yang mengetuk jendela kamar kakaknya,hanya saja SB tidak tahu apa yang mereka bicarakan.

Tidak lama RSD pun mengeluarkan motornya mengikuti Pdk yang diketahui SB bersama teman Pdk menunggu diatas motor depan rumahnya,korbanpun berangkat menuju rumah Pdk di Durait Hulu,pihak keluarga korban tidak ada yang tahu kecuali SB saja.

Rupanya kepergian korban merupakan perpisahan akhir bagi adiknya SB,tentu tidak ada yang tahu sebab kematian rahasia Illahi bukan kehendak manusia.

Tidak tahu apa yang terjadi pada diri korban antara jam 2.00 sampai pagi harinya dan tidak ada juga yang tahu apa tujuan Pdk mengundang korban dini hari ditemani kawan Pdk,ada maksud apa terhadap RSD hanya Pdk yang tahu tentunya.

Tentunya yang tahu persis adalah korban sendiri,sedang Pdk hanya saksi ditemukanya korban gantung diri pagi harinya,yang berdasarkan keterangan keluarga korban RSD meninggal 6 Jam sebelum divisum er refertum di RSUD Amuntai,sedang korban di bawa dan divisum tengah hari,hingga perkiraan korban meninggal sekitar jam 6.00 dan atau sebelumnya,pihak saksi keluarga tidak bisa menjelaskan secara detail kepada awak media mpp.

Saksi keluarga korban menjelaskan kepada awak media mpp,bahwa keluarganya tahu RSD meninggal sekitar jam 7 pagi lebih,setidaknya sebelum jam 8 karena diberi kabar teman Pdk,yang sebelumnya kedatangan abangnya Pdk mencari ayah korban,tetapi tidak bicara apa-apa kepada keluarga korban yang lain,kemudian datang kawan Pdk menyuruh keluarga korban kerumah Pdk di Rt 05 Durait Hulu,demikian diutarakan SB adik korban yang serumah dengan RSD.

Pihak famili korban tahunya RSD sudah terlentang jadi mayat dikamar Pdk,tidak tahu sedang tergantung,jatuh dari gantungan,atau posisi lainya,jadi tidak tahu posisi korban gantung diri,tidak tahu dengan alat apa korban mengakhiri hidupnya,dan apa sebabnya.

Kondisi fisik korban waktu itu,sebelum divisum er refertum dilihat dengan mata telanjang,mata korban tertutup seperti tidur,rambut korban rapi,wajah tidak membiru,hidung biasa,telinga biasa,tangan tidak mengepal tetapi jemarinya melengkung seperti bekas menahan sesuatu,qubul dan dubur tidak mengeluarkan cairan atau kotoran,ada berkas aliran air mata kesamping bukan lurus diwajah,tidak terlihat bagian kuku berbintik hitam,tidak terlihat badan mengejang,jari jemari kski terlihat biasa,demikian dijelaskan saksi keluarga korban atas fisik mayat korban,hanya ada luka jerat dileher korban,demikian ungkap keluarga korban memberikan keteranganya kepada awak media mpp

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini