
MEDIA PURNA POLRI,KALTENG- Dibeberapa SPBU jalur jalan Provinsi Kalteng-Kalsel terpampang spanduk yang bertuliskan Dilarang Antri Pembelian BBM Bersubsidi,sambil disebutkan Keppres No 191 th 2014 dengan ancaman sanksi bidang Migas yang cukup berat.
Sedang fakta yang terjadi bertolak belakang dengan praktek yang terjadi,sebut saja SPBU M yang berada diperbatasan Bartim Kalteng dan Tabalong Kalsel,tepatnya SPBU Kalua yang berada sehabis Pasar Panas.
Pada SPBU ini diduga menjual BBM Pertalite kepada perorangan dalam jumlah cukup banyak,ada empat Jerigen yang kapasitasnya sekitar 25-30 Ltr/Jerigen,jadi sekitar 100Ltr sekali beli dengan mobil pribadi,diduga warga Bartim karena plat mobil berawal dengan hurup KH,setidaknya mobil dari Kalteng.
Adanya aturan area spbu bebas kamera,dengan dasar bisa menimbulkan kebakaran spbu tampaknya dimanfaatkan petugas layanan publik untuk menjual bbm kepada pihak yang dilarang perpres 191/2014,lalu bagaimana penerapanya agar perpres bisa efektif bila pengawas spbu tidak aktif memantau,paling tidak ada cctv internal,jangan cuma cctv eksternal mengawasi konsumen,sementara internal petugas layanan bebas menjual bbm subsidi ke luar spbu area.
Saat awak media mpp menanyakan hal penjualan bbm jenis pertalite kepada warga,rekan petugas spbu tidak komentar apapun,cuma kelihatan kebingungan karena mereka tidak menyangka bakal ditanya awak media mpp,kamipun tidak memaksa dan menghormati hak nara sumber untuk tidak komentar.
Model kasus seperti di spbu Kalua tidak cuma itu,dibeberapa spbu wilayah Kalteng dan Kalsel lainya juga terjadi penjualan bbm diluar jalur,modusnya saja yang berbeda-beda,ada yang ribuan liter spbu mengeluarkan bbm subsidi kepada oknum pemilik badan usaha,atau personal.
Pelakunya pun menggunakan berbagai cara,tapi intinya ada broker dan atau mediator spbu yang tidak jelas hubungan hukumnya,apakah karyawan spbu atau pihak luar,umumnya mediator malah lebih untung dibanding pemilik spbu yang marginya sekitar 1-2 % saja dari total quota terjual,kadang ditarget perbulanya hingga pihak spbu kebanjiran produk,kecuali pada saat ini bbm cukup langka.
Dilain sisi mediator spbu bisa ngantongi laba 1-2 ribu rupiah/Ltr nya,kemudian dibagi pihak-pihak tertentu yang dianggap mitra mediator,makanya cara ini cukup langgeng dan berkembang hampir disebagian besar area spbu.
Yang repot konsumen,sudah harus beli harga diluar HET volume dan atau ukuran serta kualitas bbm kadang tidak murni,ada usaha pihak tertentu mengoplos dan menimbun bbm menunggu harga tinggi,ini tentunya penjual yang tidak taat Agamanya dan tidak taat hukum.
Dimasa wabah kadang masih ada oknum manusia yang cuma mementingkan pribadi,memburu harta dengan segala cara,disini tampak pentingnya kepribadian yang mulia dan hukum yang tegas.
Contoh sejarah kepribadian ekonom yang juga sahabat Nabi Ustman Bin Affan,sosok pengusaha muda dizamanya paling kaya dan pedagang antar negara,jumlah kekayaanya ratusan atau mungkin ribuan Trilyun.
Ekonom Utsman membawa sembako dari wilayah Yaman saat sedang terimbas kemiskinan yang berkelanjutan,warga Quraisi juga mengalami masa-masa sulit,kemiskinan melanda wilayah jazirah Arab.
Barang-barang milik Utsman sempat ditawar spekulan sampai maksimal 9 kali harga pembelian,artinya untung 900% sebuah laba yang belum pernah ada dizaman manapun hingga hari ini.
Lalu sembako milik ekonom Utsman dijual ?, ternyata tidak,Utsman bilang ada pembeli yang berani memberi keuntungan 700 kali lipat harga beli,itupun minimal,bisa lebih dari itu.
Jawaban Utsman membuat spekulan mati kutu,tidak bisa komentar apapun,mereka ngeloyor pergi dan ngedomel,”Mana ada pembeli yang berani seperti itu,dasar pengusaha kurang waras….”,demikian watak Utsman Bin Affan ekonom yang paling bermoral tinggi,sembakopun tidak dijual,tapi dibagikan gratis kepada warga miskin di negerinya sendiri.
Tidak kepalang tanggung,digratiskan total yang harganya milyaran untuk saat ini,bahkan bisa lebih mencapai Trilyunan mengingat jumlah rakyat miskinya mayoritas,demikian insan yang memahami arti kehidupan,ia lebih mencintai dimensi kedua diakhirat nanti,semoga saja akan lahir para ekonom muda negeri ini yang peduli sesama dan taat kepada Agamanya.(TS,SH)



