Media Purna Polri,Kaltara – Wali Kota Tarakan Ir.Sofian Raga memanggil jajaran tenaga pendidik hingga pengelola makanan dan minuman di kantin sekolah seluruh Tarakan, dikumpulkan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tarakan. Mengenai insiden yang menimpa 60 pelajar SMPN 2 Tarakan yang keracunan makanan, jumat (09/02/2018).

“Hal seperti ini bisa terjadi sewaktu-waktu oleh karena itu saya meminta kepada seluruh jajaran pendidikan dan para penyedia jasa makan dan minuman dapat merenungkan kejadian kemarin (Rabu),” tutur Sofian Raga.

Harus dilakukan upaya yang maksimal agar kejadian serupa tidak terulang kembali, apalagi anak-anak merupakan aset negara.Pengawasan jajanan di sekolah, khususnya kantin harus ditingkatkan lagi.

“Jumlah anak-anak yang menjadi korban itu keadaannya fatal, kami semua mau ngomong apa? Saya sendiri tidak tahu harus menjawabnya seperti apa,” ungkapnya.

Ir.Sofian Raga mengatakan, “sebenarnya banyak faktor yang dapat menjadi penyebab atas insiden ini. Oleh karena itu, tidak cukup hanya satu orang saja yang mengawasi.Mulai dari jajaran pendidikan, penyedia jasa makan dan minuman bahkan orang tua harus ikut berperan,sehingga ia sangat menekankan agar pengawasan di kantin lebih diperketat.Agar menyediakan makanan yang sehat dan bergizi untuk generasi bangsa,” tegasnya.

Praktisi Gizi, Juwita menyebut kemungkinan besar yang terjadi disebabkan adanya bakteri pada makanan tersebut. Bakteri sendiri dapat tumbuh pada makanan yang disebabkan oleh beberapa faktor yakni tempat penyimpanan, kebersihan bahan makanan dan pengolahannya.

“Kemungkinan besar itu disebabkan bakteri pada makanan tersebut, bisa jadi dia basi karena sudah terlalu lama, atau bisa juga bahannya tidak bagus atau tempat penyimpanannya kotor, banyak faktor penyebabnya,” ujarnya.

“Saya kira kalau pengelolaannya baik tidak ada masalah ya? Hanya saja santan memang sensitif tidak bisa dibiarkan terlalu lama dan kalau terlalu banyak menkonsumsinya bisa bikin sakit perut,” tambahnya.

Dirinya pun mengimbau agar makanan yang telah diolah agar disimpan pada wadah yang tertutup sehingga terhindar dari lalat, debu, dan kotoran lainnya. “Jangan lupa cuci tangan juga karena bakteri juga banyak di tangan,” jelasnya.
(Muh.Nafsir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini