
Kotabaru, MP-POLRI – (04/11/2026) PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk membukukan kinerja gemilang pada triwulan III 2026 dengan total volume penjualan mencapai 15,75 juta ton atau tumbuh 9,0% secara tahunan. Namun di balik angka pertumbuhan itu, terlihat kontras menarik: lini ekspor melesat tajam, sementara penetrasi pasar domestik bergerak lebih hati-hati.
Berdasarkan laporan perusahaan, volume ekspor Indocement meroket 55,9%, jauh melampaui pertumbuhan penjualan domestik yang sebesar 7,6%. Adapun secara nasional, semen curah tumbuh 9,3% dan semen kantong 7,4%. Pabrik Tarjun di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, menjadi salah satu dari 14 fasilitas produksi perseroan yang ikut menopang capaian ini.
Dari sisi keuangan, pendapatan neto Indocement tercatat Rp 14,07 triliun atau naik 8,9%. Pangsa pasar nasional perusahaan berada di level 29,3%. Meski menghadapi tekanan biaya energi dan fluktuasi nilai tukar, perseroan disebut tetap menjaga efisiensi operasional, termasuk melalui pemanfaatan bahan bakar alternatif. Posisi kas perusahaan pun masih tebal di Rp 4,7 triliun.
Dengan kapasitas produksi tahunan 33,5 juta ton dari 14 pabrik milik sendiri, Indocement masih menjadi salah satu pemain utama industri semen nasional. Pertanyaan yang kini mengemuka: apakah lonjakan ekspor akan menjadi motor pertumbuhan baru, atau justru sinyal bahwa pasar domestik perlu digarap lebih agresif.
(MY)



