
Mempawah, Kalbar_MP-POLRI – Penuh makna dan kebanggaan, PYAM Raja Amantubillah Mempawah XIV, Mohammad Hafidz Adinugraha, S.T., menyerahkan bendera pusaka Kerajaan Amantubillah kepada Babinsa Sertu Amiruddin untuk dikawal menuju Istana Negara, Jakarta, dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Penyerahan bendera pusaka tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah dan warisan leluhur Kerajaan Amantubillah, sekaligus wujud kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bendera pusaka tersebut akan dibawa dan dikawal menuju Istana Negara sebagai bagian dari momentum nasional memperingati 81 Tahun kemerdekaan Indonesia.
Dandim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini, S.E., M.Han., menyampaikan bahwa amanah pengawalan bendera pusaka tersebut merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi prajurit. “Kami akan melaksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab. Bendera pusaka ini memiliki nilai sejarah yang tinggi, sehingga akan kami jaga dan kawal dengan sebaik-baiknya hingga sampai ke Istana Negara,” ujar Dandim.
Menurut Dandim, keterlibatan Babinsa dalam pengawalan bendera pusaka juga menjadi wujud sinergi antara TNI, keluarga kerajaan dan masyarakat dalam menjaga nilai sejarah serta budaya. “Ini bukan hanya tentang mengawal sebuah bendera, tetapi juga membawa pesan sejarah, persatuan dan kecintaan terhadap tanah air,” tambahnya.
Sementara itu, PYAM Raja Amantubillah Mempawah XIV, Mohammad Hafidz Adinugraha, S.T., menyampaikan bahwa penyerahan bendera pusaka tersebut memiliki arti penting bagi Kerajaan Amantubillah. “Bendera pusaka ini merupakan bagian dari sejarah Kerajaan Amantubillah. Kami percayakan kepada Babinsa untuk dikawal menuju Istana Negara sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu dan wujud kecintaan kami kepada NKRI,” ungkapnya.
Raja Amantubillah berharap perjalanan bendera pusaka tersebut dapat menjadi pengingat bagi generasi penerus untuk terus menghargai sejarah dan menjaga persatuan. “Semoga semangat perjuangan yang terkandung dalam sejarah bendera ini dapat terus diwariskan kepada generasi muda dan menjadi bagian dari semangat membangun Indonesia,” tuturnya.
Hal yang semakin istimewa, Sertu Amiruddin, Babinsa yang mendapat amanah mengawal bendera pusaka tersebut, juga merupakan Pangeran Muda Amantubillah. “Ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi saya. Sebagai prajurit TNI sekaligus Pangeran Muda Amantubillah, saya akan menjaga amanah ini dengan sebaik-baiknya dan mengawal bendera pusaka hingga sampai ke Istana Negara,” ujar Sertu Amiruddin.
Menurut Sertu Amiruddin, tugas tersebut menjadi momentum untuk memadukan pengabdian sebagai prajurit dengan tanggung jawab dalam menjaga warisan sejarah kerajaan. “Saya berharap perjalanan ini membawa pesan persatuan, nasionalisme dan kebanggaan terhadap sejarah. Semoga amanah ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai bangsa dan negara,” tambahnya.
Pengawalan bendera pusaka Kerajaan Amantubillah dari Mempawah menuju Istana Negara, Jakarta, menjadi simbol perjalanan sejarah yang terus hidup dalam semangat kemerdekaan. Dari warisan leluhur hingga pengabdian prajurit, semuanya bermuara pada satu semangat: menjaga Merah Putih, merawat persatuan dan mengabdi untuk Indonesia dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
(Indra)



