
Kerinci, MP-POLRI – Panitia Kenduri Sko 4 Desa Belui Tahun 2026 resmi dibubarkan dalam rapat penutupan yang digelar pada Rabu malam (01/07/2026) di Rumah Adat Tigo Luhah Belui. Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian pelaksanaan Kenduri Sko yang telah berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh kekeluargaan.
Dalam rapat pembubaran, panitia menyampaikan laporan pertanggungjawaban keuangan secara terbuka kepada seluruh peserta yang hadir. Dari hasil laporan tersebut, total dana yang berhasil dihimpun dari masyarakat empat Desa Belui, para perantau, serta para donatur mencapai Rp 238.543.000.
Sementara itu, total pengeluaran untuk seluruh kebutuhan pelaksanaan Kenduri Sko tercatat sebesar Rp 192.407.000, sehingga terdapat sisa dana sebesar Rp 46.136.000. Sesuai hasil musyawarah, sisa dana tersebut secara resmi diserahkan kepada Lembaga Kerapatan Adat Tigo Luhah Belui untuk dikelola demi kepentingan pelestarian adat dan kegiatan masyarakat di masa mendatang.
Ketua Kerapatan Adat Tigo Luhah Belui, Andi Ariawan, Dpt, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan Kenduri Sko Tahun 2026. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja dengan penuh keikhlasan, masyarakat empat Desa Belui, para perantau, donatur, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan, baik berupa tenaga, pikiran, maupun bantuan materi.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, para perantau, donatur, serta semua pihak yang telah bergotong royong menyukseskan Kenduri Sko 4 Desa Belui Tahun 2026. Keberhasilan ini bukan milik panitia semata, tetapi merupakan keberhasilan seluruh keluarga besar Belui. Semoga kebersamaan, semangat persatuan, dan nilai-nilai adat yang telah kita jaga dalam Kenduri Sko ini terus diwariskan kepada generasi penerus serta menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” ujar Andi Ariawan, Dpt.
Dengan dibubarkannya kepanitiaan tersebut, seluruh tugas dan tanggung jawab panitia dinyatakan telah selesai. Masyarakat berharap semangat kebersamaan yang terbangun selama pelaksanaan Kenduri Sko dapat terus dipelihara sebagai modal utama dalam menjaga persatuan, melestarikan adat istiadat, dan membangun kemajuan empat Desa Belui di masa mendatang.
(Donal)



