
Jambi – Terkait pemberitaan atau informasi beredar tentang Rumah Sakit Erni Medika diduga maall praktek kepada pesien kecelakan Ilhamsyah,SH selaku kuasa hukum Erni Medika angkat bicara pada hari Rabu (28/5).
Ilhamsyah,,SH menceritakan”Pasien dari Kabupaten Sarolangun dirujuklah kerumah sakit Erni Medika Korban bernama Muhammad Bayu Prasetyo berumur sekitar (17) tahun mengalami kecelakaan di Sarolangun.
Pasien dirawat di Rumah Sakit Erni Medika selama lima hari dengan standar SOP pelayanan medis diberikan Erni Medika. Kemudian pasien meninggal dunia pada Minggu (11/5/25). Keadaan korban waktu sudah kritis.
Rumah Sakit Erni Medika, sudah benar menjalanin standar pelayanan perawatan yang dilakukan untuk korban lakalantas di Sarolangun saudara Muhammad Bayu Prasetyo.
Ilhamsyah,SH menjelaskan “Bahwa atas nama Mahmud meninggal dunia karna kecelakaan di Sarolangun dalam keadaan Kritis di bawa ke Jambi dan di rawat di Rumah Sakit Erni Medika.
Rumah Sakit Erni Medika tidak berkerja sama dengan BPJS memang biayanya umum.Terkait uang 30 juta itu biaya pengobat yang Di Klim dari jasa harja tapi untuk saat ini keluarga korban belum ada tanda tangan pengkliman jasa harja.
Kemudian terkait kata nya maall praktek tentang operasi pada waktu itu tidak ada operasi cuma tim medis memakai kamar operasi karena dalam penanganan pembersihan itu harus kamar steril dalam membersih luka nya dan menjahit bekas luka nya.
Ditempat yang sama mantan pesien Rumah Sakit Erni Medika Bapak Yasifun dari Mestong menyampaikan kan’ untuk pelayanan Rumah Sakit Erni Medika sudah memenuhi standar dalam pelayanan.
Waktu itu saya pesien nya korban kecelakan juga” Erni Medika sangat membantu bangat dalam pelayanan.mulai mengklaim jasa harja sampai membantu mengeluarkan motor saya di Polsek tidak memintak uang pada saya.Rasa tidak pernah memberatkan pasien dalam pengobatan berkerja ikhlas membuntu pesien.
Kita tahu kebijakan Rumah Sakit Erni Medika mungkin orang menilai sebelah mata itu sah- sah saja itulah nama kehidupan.Apapun yang kita lakukan niatnya baik dan sosial tinggi Rumah Sakit Erni Medika ini.
(Ferry Sihotang)



