
MEDIA PURNA POLRI,KARAWANG- Wilayah pertanian Desa Situdam,Kecamatan Jatisari,Karawang,Jabar,sekitar 100 hektar dilanda kekeringan.Terpaksa untuk mengairi areal pesawahan yang dilanda kekeringan masyarakat atau para petani menyedot air limbah dari Bendung Barugbug.
Menurut Kepala Desa Situdam, Iwan Kurniawan bahwa kekeringan areal pesawahan sekitar 100 hektar sering terjadi. Pasalnya, debit air Bendung Barugbug tidak normal. Sehingga terpaksa memakai Mesin Domleng dengan waterpum 2 unit ukuran 8 inchi.
“Karena tidak ada air lagi selain air Bendung Barugbug untuk mengairi sawah kekeringan di Desa Situdam dan Desa lainnya di Kecamatan Jatisari,”Kata Iwan kepada Awak Media,Jumat(3/8).
” Sudah lama para petani di Kecamatan Jatisari menghirup udara air limbah. Di duga ada 3 pabrik yang mengalirkan air limbahnya ke Bendung Barugbug,” Tandasnya.

“Saya berharap pihak Pemerintahan Provinsi Jabar melalui Pemerintah Kabupaten Karawang agar turun langsung Sidak ke lokasi Bendung Barugbug,Kecamatan Jatisari, agar mengetahui langsung kondisi air limbah yang tidak lazim dipakai untuk mengairi sawah, terutama dari pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang(DLHK) agar bisa melakukan pemantauan di lokasi”,Tegas Iwan kepada para Awak Media.
“Saya memohon agar pemasalahan ini jangan sampai berlarut-larut,Pemerintah harus tegas dalam mengambil sikap,Kasihan para petani dan masyarakat dengan adanya pencemaran lingkungan yang sudah bukan jadi rahasia umum lagi,”Pungkasnya.(Margono S/Dadang A/Dede)



