MEDIA PURNA POLRI,TASIKMALAYA-Dalam rangka Memperingati Hari Krida Pertanian ke – 46 yang di Gelar di Lapangan Dadaha Kota Tasikmalaya dari tanggal 17 Juli kemarin, di hari selanjutnya Rabu (18/07/2018) di gelar Pameran Kontes Ternak Tingkat Provinsi Jawa Barat.
Hajatan ini merupakan hajatan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat yang memilih Kota Tasikmalaya untuk dijadikan tuan rumah Kontes Ternak tahun 2018.
Acara ini dimeriahkan oleh peserta dari beberapa Kota dan Kabupaten di Jawa Barat dengan menampilkan ternak-ternak unggulan mereka diantaranya sapi potong, sapi laktasi, domba garut, kambing, serta aneka jenis ayam.
Peserta Kontes Ternak ini berasal dari Kabupaten/Kota dan KUD/Koperasi Persusuan di Jawa Barat yang berpotensi sebagai sumber bibit dan budidaya ternak dengan hasil yang baik. Untuk Peserta Kontes Sapi Potong dan Sapi Laktasi diutamakan yang telah terdaftar dalam program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS).

Menurut Drh. Zikra Doviansyah seorang dokter hewan pendamping dari Kabupaten Bandung Barat saat diwawancara, memaparkan bahwa penilaian dalam kontes ini adalah lebih menitikberatkan pada nilai keaslian genetik setiap hewan.
“Penilaian ini dapat dilihat dari bentuk rahang, warna kulit, karakter wajah,dan bobot berat badannya. Sedangkan untuk jenis domba garut ada tambahannya yaitu dilihat dari jumlah gigi yang sudah tanggal, berat badan dan bentuk tanduk,” Jelasnya.
Hadir dalam acara ini, Walikota Tasikmalaya Drs. Budi Budiman, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Ketua Komisi II DPRD Kota, para Kepala OPD dari instansi terkait, Ketua PPN, Ketua HPDKI Provinsi Jawa Barat, Ketua HKTI dan KTNA Kota Tasikmalaya, Ketua Forum Komunikasi Gapoktan Kota Tasikmalaya, Pimpinan Perbankan, Ketua Gabungan Kelompok Tani, serta para Tokoh Petani dan para pelaku serta pemerhati pertanian.
Pameran Kontes Ternak Tingkat Provinsi Jabar ini dibuka oleh Walikota Tasikmalaya Drs. Budi Budiman.
Dalam sambutannya Walikota memaparkan bahwa sektor peternakan memegang peran penting dalam pembangunan daerah. “Oleh sebab itu saya mengajak kepada seluruh peternak untuk terus melanjutkan pembangunan peternakan ini melalui peningkatan usaha diversifikasi, intensifikasi dan ekstensifikasi ternak yang tentunya didukung oleh pengembangan dan pemanfaatan Iptek.
Adapun tujuan pembangunan peternakan diarahkan untuk membangun sistem peternakan yang mampu memanfaatkan sumber daya lokal, berdaya saing, berkelanjutan, meningkatkan populasi ternak dan mensejahterakan peternakan. ” Jelasnya.

Selanjutnya Walikota Tasikmalaya ini menyampaikan bahwa pengembangan komoditas peternakan tidak terbatas hanya pada peningkatan populasi ternak saja tetapi diperluas dalam suatu sistem agribisnis peternakan yang meliputi subsistem hulu yaitu sarana produksi peternakan, sub sistem budidaya berupa usaha budidaya peternakan, dan sub sistem hilir dalam bentuk penyimpanan, pengolahan dan pemasaran.
Menurut Drs. Budi Budiman, dengan adanya acara pameran temu usaha ini, bisa dijadikan sebagai sarana mediasi dan saling bertukar informasi antara pelaku utama dalam hal peternak dan pelaku pasar, sehingga diharapkan para peternak dapat termotivasi untuk selalu berusaha di bidang peternakan dengan selalu berorentasi bisnis atau usaha. “Selain itu diharapkan terjadi inisiasi dan penguatan di bidang peternakan dengan para pelaku pasar atau usaha.” Ungkapnya.
Diakhir sambutannya Walikota berharap dengan adanya pameran dan temu usaha ini akan membangkitkan jiwa agribisnis para peternak sehingga akan mempercepat pembangunan peternakan secara menyeluruh dan berkelanjutan sehingga Jabar mampu mencukupi kebutuhan akan produk peternakan, menuju kemandirian pangan khususnya produk peternakan.(Ida)



