MEDIA PURNA POLRI,TASIKMALAYA- Hujan yang terus mengguyur Tasikmalaya beberapa lama ini menimbulkan permasalah baru bagi warga Kabupaten Tasikmalaya terutama Tasikmalaya bagian selatan. Kondisi tanah yang rentan longsor menjadi hal yang menjadi trauma bagi sebagian warga yang tinggal di daerah yang rentan longsor. Longsor bukan saja akan menutupi kebun-kebun dan sawah yang sedang digarap, tapi juga bisa menjatuhan bongkahan batu besar dari atas bukit, merusak rumah dan jalan raya.
Salah satu wilayah yang mudah kena longsor ini ada di lingkungan Desa Setiawaras Kecamatan Cibalong, tepatnya di Kebon Lima arah menuju Kampung Wangunsari. Jalur hidup yang selalu dilalui warga dan pengguna jalan alternatif menuju Cikatomas dan Cikalong ini, semakin lama semakin mengkhawatirkan. Jalan aspal yang semula bisa dilalui dua jalur kendaraan roda empat, kini hanya bisa dilalui satu jalur itu pun harus hati-hati.
Menurut keterangan salah seorang warga yang tidak mau disebut namanya mengatakan “beberapa hari setelah di aspal, pinggir jalannya jadi terbelah, lalu semakin lama yang terbelah itu menjadi turun dan terus diikuti oleh tanah disekitarnya. Lalu kira-kira kurang lebih dua tahun ke belakang datang pekerja yang memperbaikinya dengan dibenteng, tapi gak lama benteng pun roboh lagi, ahirnya ditinggalkan gak diterusin, sampe sekarang.” Jelasnya.

Jadi kita mengamankannya awalnya cukup dengan tongkat dan helaian kain perca sebagai pemberitahuan batasan bahaya, tapi sekarang karena pernah ada orang yang jatuh terperosok, ahirnya kita tambahin pake daun kelapa. Kami sangat berharap Pemerintah bisa segera memperbaiki jalan ini karena apabila dibiarkan akan sangat membahayakan kami semua, ” Pungkasnya.
Saat TIM MPP menghampiri lokasi, disekitar pinggiran longsor pada tanah bagian ujung merasakan goyangan akibat tidak padatnya tanah yang dipijak. Selain itu kami melihat pemandangan yang menyedihkan lagi dimana tempat longsoran saat ini dijadikan tempat pembuangan sampah.

Di tempat yang berbeda, saat tim MPP menemui salah satu Tokoh Masyarakat yang menyatakan bahwa di sekitar jalan yang longsor itu diduga adanya urat cai (jalur sumber mata air), sehingga akan terus begitu bila tidak dibeton pinggirnya.
Menurutnya longsornya jalan di Kebon Lima ini lebih dulu dari longsornya jalur Jalan Raya Karangnunggal yang tidak jauh dari Kantor Desa Setiawaras. “Tapi yang lebih cepat diperbaiki adalah jalur Karangnunggal dan sampai saat ini masih dalam proses pengerjaan.” Ungkapnya.
Masyarakat sekitarnya sangat berharap Pemerintah segera turun tangan menangani masalah ini karena jalur ini merupakan jalur hidup yang bila dibiarkan menjadi parah akan mempengaruhi pada mata pencaharian warga sekitarnya. (Ida/TR)



