MEDIA PURNA POLRI,JAKARTA- Program Nawacita Presiden RI adalah menghadirkan kembali Negara untuk melindungi segenap Bangsa, Dari salah satu, Nawacita Presiden RI ini dijabarkan dengan 11 (sebelas) program prioritas Kapolri yaitu PROMOTER (Profesional Moderen dan Terpercaya) program ke-11 Quick Wins Polri di dalam pelaksanaan tugas Kepolisian diimplementasikan dengan kehadiran anggota Polri ditengah-tengah masyarakat.
“Dimana Korlantas Polri menjabarkan program ke-11 angka ke-6 yaitu Polisi sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial diruang publik salah satu yang menjadi fokus perhatian saat ini adalah keselamatan bagi pengguna jalan, Keselamatan memang sesuatu yang pertama dan utama dalam berlalu lintas, dalam konteks ini lalu lintas dapat dipahami sebagai urat nadi kehidupan, Cermin Budaya Bangsa dan Cermin Tingkat Moderenitas.” Jelas Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Purwadi Arianto.
“Keselamatan dalam berlalu lintas memang sering diabaikan bahkan tidak dianggap penting, Hal itu dapat ditunjukkan dari Political Will pengguna lalu lintas, Kesadaran pengguna lalu lintas baik pejalan kaki, Pengendara kendaraan bermotor, Maupun pengguna jalan lainnya masih rendah.” Tambah Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Purwadi Arianto.
“Data jumlah kecelakaan lalu lintas operasi patuh jaya 2017 sebanyak 2.203 kejadian mengalami penurunan 239 kejadian atau -13% dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebanyak 2.542 kejadian, selanjutnya jumlah korban meninggal dunia Operasi Patuh Jaya Tahun 2017 sebanyak 420 orang, mengalami peningkatan sebanyak 8 orang atau 2% dibandingkan periode yang sama Tahun 2016 sebanyak 412 orang, jumlah korban luka berat Operasi Patuh Jaya Tahun 2017 sebanyak 407 orang mengalami penurunan sebanyak 217 orang atau -44% dibanding periode yang sama tahun 2016 sebanyak 724 orang, jumlah pelanggar lalu lintas Operasi Patuh Jaya Tahun 2017 sejumlah 841.244 pelanggaran meningkat 12% dari Tahun 2016 dengan jumlah tilang sebanyak 676.317 lembar dan teguran sejumlah 164.927 teguran.” Papar Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Purwadi Arianto.
Secara umum dari hasil evaluasi tersebut diatas bahwa dominasi pelanggaran yang terjadi adalah pelanggaran kelengkapan surat-surat kendaraan penggunaan safety belt dan pelanggaran terhadap rambu/marka jalan, untuk sasaran dan target operasi penajamannya ditentukan oleh masing-masing wilayah sesuai dengan Anev situasi Kamseltibcar Lantas terkini.

“Polri telah menetapkan kalender Operasi Patuh Jaya yang rutin dilaksanakan setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri. Tahun 2018 ini akan dilaksanakan selama 14 Hari yang dimulai dari tanggal 26 April sampai dengan 9 Mei 2018,Secara serentak diseluruh Indonesia.” Ucap Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Purwadi Arianto.
“Sasaran prioritas Operasi Patuh Jaya Tahun 2018 adalah sebagai berikut : 1. Pengemudi menggunakan handphone, 2. Pengemudi melawan arus, 3. Pengemudi sepeda motor berbonceng lebih dari satu, 4. Pengemudi dibawah umur, 5. Pengemudi dan penumpang sepeda motor tidak menggunakan Helm SNI, 6. Pengemudi kendaraan bermotor menggunakan Narkoba/Mabuk, 7. Pengemudi berkendaraan melebihi batas kecepatan yang ditentukan, Dengan penindakan sasaran pelanggaran lalu lintas tersebut diatas maka diharapkan Operasi Patuh Jaya Tahun ini dapat menekan jumlah korban fatalitas dan meminimalisir kemacetan Lalu Lintas serta terwujudnya Kamseltibcarlantas yang mantap.” Tutup Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Purwadi Arianto.
(Willy)



