
Pekalongan Kota,MP-POLRI – Memasuki hari kelima Operasi Patuh Candi 2026, Polres Pekalongan Kota terus mengintensifkan edukasi tertib berlalu lintas melalui pendekatan simpatik dan persuasif. Upaya tersebut dilakukan dengan menyapa masyarakat secara langsung, menyampaikan imbauan keselamatan, serta memasang banner sosialisasi di sejumlah lokasi di Kota Pekalongan, Jumat (30/10/2026).
Usai apel pagi, Kanit Kamsel Satlantas Polres Pekalongan Kota Aiptu Agus Priyanto, S.H., bersama anggota melaksanakan penerangan keliling (public address) menggunakan kendaraan dinas. Kegiatan tersebut menyasar sejumlah titik, termasuk kawasan Lapangan Jetayu.
Di lokasi tersebut, petugas memasang banner sosialisasi Operasi Patuh Candi 2026 sekaligus berinteraksi dengan masyarakat yang tengah berolahraga. Melalui pendekatan yang komunikatif, petugas mengajak masyarakat memahami pentingnya mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Sementara itu, personel Polwan turut menyapa para pengguna jalan di sejumlah lokasi persimpangan. Selain menyampaikan imbauan tertib berlalu lintas, petugas juga membagikan brosur dan stiker Operasi Patuh Candi 2026 sebagai sarana edukasi kepada masyarakat.
Operasi Patuh Candi 2026 dilaksanakan secara serentak di wilayah Polda Jawa Tengah selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Melalui kegiatan tersebut, kepolisian berupaya menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, meminimalkan fatalitas korban, serta meningkatkan disiplin dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.
Kapolres Pekalongan Kota AKBP Dies Ferra Ningtias, S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas Iptu Purno Utomo, S.H., menegaskan bahwa edukasi secara humanis menjadi langkah strategis Polri dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.
“Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026, Polres Pekalongan Kota mengedepankan pendekatan persuasif dan edukasi secara simpatik. Kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan sekadar kewajiban, melainkan bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Melalui edukasi yang dilakukan secara langsung, Polres Pekalongan Kota berharap kesadaran berlalu lintas akan semakin meningkat sehingga tercipta situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang aman dan kondusif di Kota Pekalongan.
(Humas Respekta)
AD1



