
Soreang, MP-POLRI – Komitmen membumikan Al-Qur’an kembali dibuktikan Yayasan Indonesia Khatam. Melalui Wisuda Tahfizh Qur’an Metode TES ke-22 Tahun 2026, ratusan penghafal Al-Qur’an dari berbagai daerah resmi diwisuda di Gedung Mohamad Toha, Komplek Pemerintahan Kabupaten Bandung, (25/10/2026).
Acara berlangsung dengan khidmat, haru, dan penuh kebahagiaan. Para wisudawan dan wisudawati tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian prosesi sebagai bentuk syukur atas keberhasilan mereka menyelesaikan hafalan Al-Qur’an.
Ketua pelaksana Ustadz Yuda Nugraha menghadirkan langsung dalam acara tersebut Founder Metode TES, Bang Jemmi Gumilar, S.T., didampingi Ustadz Muhrom Efendi, Bapak Sutrisno, serta jajaran pengurus Yayasan Indonesia Khatam.
Turut hadir memberikan dukungan, Tokoh Masyarakat Jawa Barat yang juga Mantan Gubernur Jawa Barat dua periode, Bapak Ahmad Heryawan (Aher), serta Mantan Wakil Bupati Bandung, Bapak Gun Gun Gunawan.
Metode TES (Tilawah/TAHFIZH, Evaluasi Sederhana) yang dikenal cepat, mudah, dan menyenangkan menjadi kunci keberhasilan para peserta. Metode ini membuktikan bahwa menghafal Al-Qur’an dapat dilakukan oleh semua kalangan usia.
Dalam sambutannya, Founder Metode TES, Bang Jemmi Gumilar, S.T., menyampaikan rasa syukur atas konsistensi Yayasan Indonesia Khatam dalam melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an.
“Metode TES ini kami hadirkan untuk memudahkan umat. Siapapun bisa menghafal Al-Qur’an, baik anak-anak, remaja, orang tua, bahkan yang sudah lanjut usia. Kuncinya adalah kemauan dan metode yang tepat,” ungkap Bang Jemmi.
Sementara itu, Ahmad Heryawan (Aher) dalam sambutannya sangat mengapresiasi kiprah Yayasan Indonesia Khatam. Menurutnya, kehadiran lembaga seperti ini sangat penting untuk memperkuat fondasi moral bangsa.
“Kita butuh generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual. Para penghafal Al-Qur’an inilah benteng moral bangsa ke depan,” tutur Aher.
Ketua Yayasan Indonesia Khatam menegaskan bahwa Wisuda ke-22 ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan panjang untuk mewujudkan Indonesia Khatam Al-Qur’an. Pihaknya menargetkan program ini dapat menjangkau seluruh pelosok negeri.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan dan harapan besar lahirnya lebih banyak penghafal Al-Qur’an di Indonesia, menuju terwujudnya Indonesia yang Qur’ani, Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur.
[Jurnalis: Robinson – Media Purna Polri]



