
Pemalang,MP-POLRI – Masyarakat Desa Loning Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang Jawa Tengah berkumpul di pertigaan depan Balai Desa Loning bukanlah tanpa alasan, Kamis (22/10/2026).
Berawal surat tanggapan permohonan audiensi klarifikasi pemberitaan media massa tentang penggunaan Dana Desa Tahun 2025 nomor : 400.10.2.2/ 20 / BPD/ X / 2026 yang belum bisa mengabulkan permohonan tersebut.
Di karenakan permohonan tersebut bersifat mendadak,kami butuh berkoordinasi dengan Kepala Desa,Ketua Bumdes Desa Loning dan wartawan Media Detik Peristiwa.co.id (belum bisa menghubungi wartawan yang di maksud dengan jelas identitasnya selaku pengunggah berita tersebut).
Selanjutnya kami memfasilitasi permohonan audiensi tersebut setelah pelaporan pelaksanaan Pilkades Desa Loning Tahun 2026 ke Kecamatan, Dinpermades, Kabupaten dengan mengingat pertimbangan sebagai berikut:
1.Memperhatikan situasi kondisi proses tahapan Pilkades yang sedang berlangsung.
2.Menghindari terjadinya potensi kerawanan,keamanan masyarakat Desa Loning.
Surat tanggapan tersebut langsung di bantah oleh Ketua Forum Masyarakat Desa Loning “Peduli Desa” Mufidi, S. H. yang mengatakan “Acara kita tidak ada hubungannya dengan Pilkades,kita meminta kepada Pemerintah Desa Loning dan BPD untuk menjelaskan bahwa kita selaku warga Desa Loning merasa malu dengan di beritakan oleh 200 lebih media massa tentang dugaan penyalahgunaan dana APBDes tahun 2025 silahkan di klarifikasi”, tuturnya.
“Kami di sini sebagai Forum Masyarakat Desa Loning “Peduli Desa” yang arahnya peduli terhadap desa yang bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan sebagai kontrol sosial terhadap kebijakan desa”, ujarnya.
“Kami hadir disini bukan untuk mendukung bakal calon Kades Desa Loning,tadi sudah di sampaikan kita tidak boleh mengolok-olok calon,tetapi kalau kita mengkoreksi bapak Kades Wahyudin yang selalu membuat onar,salah satunya mengadakan pembentukan panitia BPD Desa Loning di selundupkan undangannya dengan nama fasilitasi pengisian anggota BPD”,terangnya.
“Jelas ini sudah membuat polemik baru terkait undangan tersebut yang berbunyi Fasilitasi Pengisian Anggota BPD padahal arahan dari Kecamatan Petarukan Pembentukan Panitia Seleksi Anggota BPD jadi dari undangannya ternyata sudah di selewengkan dan ini kami punya buktinya dapat di pertanggung jawabkan bukan hanya menyebar berita bohong atau hoax”, pungkasnya.
Kami menyikapi tentang pemberitaan tentang dugaan tidak transparansi anggaran Dana Desa Tahun 2025 yang di beritakan oleh 250 media massa,yang tertera anggaran 1,37 Miliar.
“Ada juga dugaan tidak transparansinya dana untuk Bumdes dengan anggaran Rp 250.000.000,00 namun sampai hari ini tidak ada kantornya maupun usahanya Bumdes dan kami punya kewajiban untuk mengontrol dan mengkoreksi karena yang di gunakan itu dana dari APBN”,tegasnya.
Secara terpisah Ketua Forum Masyarakat Desa Loning “Peduli Desa ” Mufidi, S. H. mengatakan” Apapun yang terjadi permasalahan ini tetap akan kita kawal sampai ke jalur hukum karena kami menduga adanya tidak keterbukaan Desa dalam mengelola Dana Desa untuk kepentingan masyarakat”,tegasnya.
Sementara dalam kesempatan tersebut Kapolsek Petarukan AKP Amroni, S.H., M.H. menyampaikan “Terimakasih kepada bapak ibu terkait kegiatan ini yang berjalan sampai saat ini dalam keadaan aman, terkendali dan sejuk”,tuturnya
“Intinya terkait apapun kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat harus nyaman, harus aman sehingga kegiatan yang lain tidak terganggu dan mohon maaf apalagi kegiatan ini berada di fasilitasi umum,dan saya melihat bapak ibu yang hadir di sini sangat tertib dengan duduk santun,rapi dalam mengikuti kegiatan ini,sekali lagi saya ucapkan terima kasih”,ucap Kapolsek.
“Mari kita sama-sama menjaga keamanan, ketertiban di lingkungan Desa Loning,boleh beda pendapat tetapi tetap menjaga kerukunan antar masyarakat Desa Loning.Yang terakhir jika memang di rasa penyampaiannya sudah cukup silahkan bapak ibu kembali ke rumah masing-masing dan salam untuk keluarga”,harapnya.
Sampai berita ini di tayangkan belum ada keterangan resmi dari Kepala Desa Loning,karena saat awak media mau melakukan konfirmasi yang bersangkutan sedang tidak ada di tempat.
(AD1)



