Bengkayang, Kalbar_MP-POLRI – Kondisi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah hukum Polsek Monterado, Polres Bengkayang, saat ini mulai berkurang. Kondisi tersebut seiring dengan meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir.

Kapolsek Monterado IPTU Suhartadi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa meskipun kondisi asap mulai membaik, upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla tetap dilakukan sesuai arahan Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab, S.Sos., S.I.K.

“Untuk sementara di sekitar wilayah hukum Polsek Monterado, asap saat ini sudah mulai berkurang karena intensitas hujan sudah mulai banyak,” ujar IPTU Suhartadi.

PATROLI DAN PEMASANGAN PAMFLET KARHUTLA DI PASAR MONTERADO

Menurutnya, kondisi asap yang mulai berkurang tidak membuat jajaran kepolisian mengurangi kewaspadaan. Patroli rutin tetap dilaksanakan bersama instansi terkait sebagai langkah pencegahan sekaligus mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Selain patroli, Polsek Monterado juga melaksanakan pemasangan imbauan dan menempelkan pamflet Karhutla di sejumlah fasilitas umum, termasuk di kawasan Pasar Monterado.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, sekaligus mengingatkan warga mengenai bahaya Karhutla terhadap lingkungan dan kesehatan.

Kegiatan pencegahan juga dilakukan melalui pembagian masker kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak asap dan kualitas udara.

LIBATKAN TENAGA KESEHATAN ANTISIPASI ISPA

Tidak hanya berfokus pada pencegahan kebakaran, jajaran Polsek Monterado juga memberikan perhatian terhadap dampak asap terhadap kesehatan masyarakat.

Polsek Monterado menggandeng tenaga kesehatan dari Puskesmas Monterado untuk melakukan kunjungan kepada warga, termasuk pemeriksaan kesehatan sebagai langkah antisipasi terhadap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Untuk mengantisipasi ISPA, kami juga mengajak tenaga kesehatan dari Puskesmas Monterado melaksanakan kunjungan ke warga untuk pemeriksaan kesehatan. Termasuk apabila ada pasien ISPA, kami melakukan kunjungan ke rumah untuk mengecek kondisi kesehatannya,” jelasnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan penanganan lebih cepat apabila mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

BUKA LAHAN BOLEH, TETAPI JANGAN DIBAKAR

Kapolsek Monterado juga kembali menyampaikan pesan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Pesan kami tetap melaksanakan perintah pimpinan, yaitu memberikan imbauan kepada warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Membuka lahan boleh, tetapi tidak dengan cara membakar,” tegas IPTU Suhartadi.

Ia mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kepedulian terhadap potensi Karhutla.

“Mari kita jaga lingkungan kita bersama. Jangan membuka lahan dengan membakar.”

Selain itu, masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah juga diimbau menggunakan masker sebagai langkah perlindungan terhadap paparan asap dan partikel udara.

AKTIVITAS SEKOLAH KEMBALI BERJALAN

Sementara itu, terkait aktivitas pendidikan, IPTU Suhartadi menyampaikan bahwa kegiatan pembelajaran di wilayah tersebut sudah mulai berjalan kembali.

“Untuk anak sekolah, sudah ada yang sekolah. Sementara untuk kegiatan pembelajaran sudah ada,” pungkasnya.

Jajaran Polsek Monterado mengimbau masyarakat untuk tetap waspada meskipun kondisi asap mulai berkurang. Pencegahan Karhutla tetap membutuhkan peran bersama antara kepolisian, pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat.

“CEGAH KARHUTLA, JAGA LINGKUNGAN, DAN LINDUNGI KESEHATAN KITA BERSAMA.”

(Indra)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini