Jabar, MP-POLRI
– Bidang Humas Polda Jawa Barat memberikan materi parenting kepada para orang tua peserta didik di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Cileunyi, Kabupaten Bandung, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memberikan penguatan kepada orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak, khususnya anak-anak berkebutuhan khusus. Dalam kegiatan ini, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H diwakili oleh Kaur Mitra Subbid Penmas Bid Humas Polda Jabar Kompol RR. Rafeeqa Hayyu Firdauzy, S.H.
Kegiatan parenting tersebut turut dihadiri oleh Wakil Kepala Sekolah SLBN Cileunyi beserta jajaran, para guru dan tenaga pendidik, serta para orang tua dan keluarga peserta didik.
Dalam Paparan Kabid Humas Polda Jabar yang disampaikan oleh Kompol RR. Rafeeqa Hayyu Firdauzy ditekankan bahwa anak tidak hanya membutuhkan pendidikan, tetapi juga membutuhkan kehadiran, perhatian, kasih sayang, serta dukungan dari lingkungan terdekatnya.
“Setiap anak memiliki karakteristik dan perjalanan tumbuh kembang yang berbeda. Namun, setiap anak membutuhkan rasa diterima, dicintai, dihargai, dan diyakini bahwa dirinya mampu berkembang,” ujarnya.
Menurutnya, rumah merupakan sekolah pertama bagi anak, sedangkan sekolah menjadi rumah kedua. Karena itu, hubungan antara orang tua dan sekolah perlu dibangun sebagai kemitraan yang berjalan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika anak menghadapi permasalahan.
“Sekolah tidak bisa berjalan sendiri, begitu pula orang tua. Anak membutuhkan keduanya untuk berjalan bersama dalam memberikan pendampingan yang terbaik,” katanya.
Dalam materi parenting tersebut juga ditekankan pentingnya membangun karakter anak melalui keteladanan dan pembiasaan. Nilai-nilai Pancawaluya, yakni cageur, bageur, bener, pinter, dan singer, dinilai perlu diperkuat bersama antara lingkungan sekolah dan keluarga.
Selain itu, orang tua juga diajak untuk memahami tantangan yang dihadapi anak di tengah perkembangan teknologi, media sosial, dan arus informasi yang semakin cepat. Anak perlu dibekali kemampuan untuk mengenali hal yang baik dan tidak baik, aman dan berbahaya, serta mengetahui hal-hal yang perlu dilakukan maupun dihindari.
Komunikasi terbuka antara orang tua dan anak juga menjadi salah satu hal yang ditekankan. Rumah diharapkan menjadi tempat pertama bagi anak untuk bercerita ketika menghadapi persoalan, bukan tempat untuk merasa takut atau dihakimi, melainkan tempat memperoleh pendampingan.
“Yang perlu kita lihat bukan hanya apa yang belum bisa dilakukan anak, tetapi juga apa yang sudah mampu dilakukan dan bagaimana kita dapat membantu mereka berkembang lebih jauh,” tuturnya.
Polda Jabar juga mendorong agar orang tua dan sekolah terus membangun komunikasi terbuka, saling berbagi informasi mengenai perkembangan anak, serta menyamakan pola pendampingan.
Pendidikan diharapkan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga kemandirian, karakter, kepercayaan diri, dan kebahagiaan anak.
Melalui kegiatan tersebut, Polda Jabar berharap sinergi antara keluarga dan sekolah semakin kuat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung setiap anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai potensi yang dimilikinya.
“Setiap anak memiliki cerita, setiap anak memiliki potensi, dan setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh, berkembang, serta memiliki masa depan yang baik,” pungkasnya.
Bandung, 15 September 2026.
Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar.
(Hms_ben)



