
Singkawang, Kalbar_MP-POLRI – Polres Singkawang – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan secara intensif oleh personel gabungan di wilayah Kota Singkawang. Pada Jum’at (11/09/2026) tim gabungan kembali melaksanakan pemadaman dan pendinginan menggunakan peralatan X-Fire di lahan gambut Jalan Arteri Bandara Singkawang, RT 007/RW 002, Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan.
Kegiatan tersebut melibatkan personel Polres Singkawang, Polsek Singkawang Selatan, MPA Kelurahan Pangmilang serta Kodim 1202/Singkawang. Sebanyak 37 personel dikerahkan untuk memastikan api dapat dikendalikan dan tidak merambat ke area lainnya. Tim juga melakukan penyisiran secara menyeluruh untuk menemukan titik-titik panas yang masih berpotensi menimbulkan kebakaran kembali.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, lahan yang terbakar merupakan lahan gambut yang ditumbuhi ilalang, pakis, kayu kecil dan semak belukar dalam kondisi kering. Api diduga merupakan rambatan dari kebakaran lahan sebelumnya yang terjadi pada 27 Agustus 2026. Sementara itu, penyebab pasti terjadinya kebakaran hingga saat ini masih dalam proses pendalaman.
Dalam proses pemadaman, tim memanfaatkan sumber air berupa kanal atau parit yang berada sekitar 50 hingga 100 meter dari titik kebakaran. Tiga unit mesin pompa air milik Polsek Singkawang Selatan, MPA Kelurahan Pangmilang dan Kodim 1202/Singkawang digunakan untuk mempercepat proses pemadaman serta pendinginan lahan.
Api di sejumlah bagian lahan untuk sementara berhasil dipadamkan dan sekitar 1 hektare area telah dilakukan pemadaman. Namun, petugas masih menemukan beberapa titik api kecil dan kepulan asap. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena titik panas yang tersisa dapat kembali membesar apabila tertiup angin, sehingga pendinginan dan pemantauan terus dilakukan secara intensif.
Polres Singkawang bersama instansi terkait berkomitmen untuk terus hadir di lapangan hingga kondisi benar-benar aman. Personel akan melanjutkan penyisiran, pemadaman dan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali. Upaya ini menjadi wujud sinergitas dan kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan serta melindungi masyarakat dari dampak Karhutla.
Indra (Hms)



