Bandung, MP-POLRI

– Alat Pemusnah Sampah (APS) di TPS Ciwastra, Kota Bandung, Jumat (04/09/2026), ditinjau langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, SE, MM., Beserta Jajaran Pendam III/Siliwangi, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Citarum Harum Kolonel Inf Yanto Kusno Hendarto, SH., dan juga PJU dari Polrestabes Bandung di wakili oleh Wakapolrestabes Bandung AKBP Dr. Dedi Wahyudi S. Sos., S.I.K., M.H.,

Teknologi pemusnah sampah yang dikembangkan atas prakarsa KSAD bisa mampu menampung 5 ton per jam tersebut dilakukan melalui dua kali pengisian, dengan pengisian pertama alat menampung sekitar tiga ton sampah, kemudian seelah 30 sampai 35 menit diisi ulang dua ton.

Teknologi pemusnah sampah yang dikembangkan ini “Dari hulu Kita selesaikan, untuk masa depan yang lebih bersih”. Ujar Kasad.

Peninjauan ini dilakukan sebagai upaya TNI AD dan seluruh Institusi membantu menuntaskan permasalahan sampah. Pemkot Bandung, dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung juga turut mengevaluasi alat ini.

” Saya melihat hidro mikro di Cisewu Garut dan sekarang di sini, saya sudah sampaikan ke DLH bahwa pembakaran ini sudah lulus dan bisa dipergunakan. Kalau sudah lulus evaluasinya, kita percepat, kalau bisa ditingkatkan. Kalau tidak, kita cari alternatif lain, paling cepat satu minggu untuk evaluasi” ujar Kasad Maruli serta dari DLH ( Dinas Lingkungan Hidup).

” Pemerintah Jawa Barat akan membuat pengolahan sampah dengan bakar solar, mudah-mudahan mulai bulan ini. Pembangunan pabriknya satu tahun dan mudah-mudahan bisa mengolah 1.000 ton per hari,” tambahnya.

Model insinerator seperti di Ciwastra sangat potensial untuk dikembangkan di daerah lain dengan menyesuaikan volume sampah.

” Saya yakin bisa dikembangkan di daerah lain yang volume sampahnya 500 ton atau 300 ton per hari. Tinggal diluluskan dulu oleh DLH, setelah memenuhi syarat baru kita kembangkan. Apa yang disampaikan Presiden tentang sistem desentralisasi itu bisa kita bantu dengan insinerator,” Ujarnya.

Dengan adanya tinjauan ini, diharapkan solusi penanganan sampah yang cepat, efektif, dan ramah lingkungan dapat segera direalisasikan, tidak hanya di Bandung tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia.

Dansatgas Citarum Harum Kolonel.Inf Yanto Kusno Hendarto juga turut mengatakan ” permasalahan citarum yang sangat dominan yaitu masalah persampahan dan limbah, saat ini ada satu inovasi yang dikembangkan oleh Angkatan Darat, dalam hal ini Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat, yaitu dengan

membangun suatu bentuk insinerator yang memang kondisinya sangat mumpuni dan bisa dikembangkan. Tadi penyampaian panitia juga sudah lulus, artinya tinggal penyempurnaan, sehingga ke depannya dengan adanya inovasi-inovasi seperti ini bisa menjadi salah satu terobosan untuk kita dalam menyelesaikan permasalahan persampahan”. Ujarnya.

“Permasalahan persampahan memang sangat memprihatinkan kita semua. Saat ini banyak inovasi-inovasi yang dikembangkan, salah satunya yang ada di sini, itu adalah terobosan yang memang harus kita dukung bersama dan ini berkorelasi dengan Satgas, karena Satgas Citarum Harum untuk menyelesaikan permasalahan citarum itu salah satunya ya permasalahan sampah”.

“Sampah apabila tidak diselesaikan di permukaan akan menjadi beban di sungai, dan kalau sudah masuk ke dalam sungai permasalahannya akan menjadi lebih rumit lagi, terjadi pendangkalan, bencana alam, banjir, dan lain sebagainya”.

” inovasi seperti ini harus kita dukung bersama untuk kita kembangkan di kemudian hari”, tambahnya.

(Hms_ben)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini