
Labuhanbatu, MP-POLRI – Kota Tanjungbalai kembali menjadi sorotan terkait maraknya kasus penipuan online atau scam yang diduga masih beroperasi dan meresahkan masyarakat, Kamis (21/05/2026).
Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Al Washliyah (PD IPA) Tanjungbalai secara tegas mendesak Polres Tanjungbalai untuk segera menangkap aktor utama atau bos di balik jaringan penipuan online tersebut.
Ketua PD. IPA Kota Tanjungbalai, Habib Maulana menyampaikan bahwa praktik penipuan online yang berkembang di tengah masyarakat telah merusak citra Kota Tanjungbalai serta memberikan dampak negatif terhadap generasi muda. Menurutnya, aparat penegak hukum harus bertindak lebih serius dan tidak hanya menangkap pelaku lapangan, tetapi juga mengungkap dalang utama yang diduga masih bebas menikmati hasil kejahatan.
“Kami meminta Kapolres Tanjungbalai agar tidak berhenti pada penangkapan pelaku kecil saja, aktor utama dan pihak yang mengendalikan jaringan scam ini harus segera ditangkap demi menyelamatkan nama baik Kota Tanjungbalai”, tegas Habib Maulana dalam keterangannya kepada awak media.
PD. IPA Kota Tanjungbalai menilai praktik scam online telah menimbulkan keresahan luas di masyarakat, bahkan berdampak terhadap kepercayaan publik terhadap keamanan digital. Organisasi pelajar tersebut juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung upaya pemberantasan kejahatan siber yang semakin marak.
Selain itu, PD. IPA Kota Tanjungbalai menghimbau generasi muda agar tidak terlibat dalam aktivitas ilegal seperti penipuan online, judi online, maupun penyalahgunaan teknologi digital lainnya. Mereka menegaskan bahwa pemuda harus menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi daerah dan bangsa.
Sebelumnya, Ikatan Pelajar Al Washliyah dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pembinaan pelajar Islam di Indonesia. Organisasi ini merupakan bagian otonom dari Al Washliyah yang telah berdiri sejak Tahun 1953.
PD. IPA Kota Tanjungbalai berharap aparat kepolisian dapat bergerak cepat dan transparan dalam mengusut tuntas jaringan penipuan online tersebut agar tidak semakin merugikan masyarakat luas dan mencoreng nama daerah.
(Hebdisihite)



