
Parungpanjang, Bogor, MP-POLRI – Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah melaksanakan rekonstruksi Jalan Raya Parungpanjang–Bunar, Kabupaten Bogor, dengan metode pengecoran beton menggunakan alat Gomaco GP-4000. Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu 245 hari kalender.
Rekonstruksi jalan ini dikerjakan oleh *PT Giri Jaya Putra* dengan konsultan PT Secon Dwitunggal Putra KSO PT Nusa Karya Pembangunan. Anggaran pekerjaan mencapai Rp. 60.737.517.674 yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2026, dengan masa pemeliharaan selama 365 hari kalender.
Dalam pelaksanaannya, kontraktor menggunakan mesin slipform concrete paver Gomaco GP-4000 untuk mendukung proses pengecoran jalan beton. Teknologi tersebut digunakan guna membantu menghasilkan permukaan jalan yang lebih rata dan presisi dibanding metode pengecoran manual.
Penanggung jawab lapangan dari PT Giri Jaya Putra, *Agus Baharudin,* mengatakan penggunaan alat tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas hasil pekerjaan jalan.
“Pelaksanaan pekerjaan menggunakan alat Gomaco GP-4000 agar hasil pengecoran lebih baik dan tingkat kerataan jalan lebih terjaga,”_ ujarnya, Selasa (19/05/2026).
Selain menggunakan teknologi pengecoran modern, pekerjaan jalan juga memakai beton mutu FS45 dengan kuat lentur (flexural strength) sebesar 45 kg/cm² atau setara beton K-400. Spesifikasi tersebut dipilih menyesuaikan kondisi ruas jalan yang kerap dilalui kendaraan bertonase besar.
Secara teknis, metode slipform paving bekerja dengan sistem pengecoran beton berkelanjutan menggunakan cetakan bergerak otomatis. Metode ini umum diterapkan pada pembangunan jalan beton untuk menghasilkan permukaan jalan yang lebih konsisten dan memiliki daya tahan lebih baik.
Tokoh masyarakat Jagabaya, *Haji Ishak,* menilai progres pekerjaan jalan saat ini berjalan cukup cepat dan komunikasi antara masyarakat dengan pihak kontraktor juga terjalin dengan baik.
“Sinergitas antara masyarakat dengan pihak kontraktor melalui Pak Agus cukup baik, informatif, dan humanis, terutama saat sosialisasi terkait progres pekerjaan jalan,”_ katanya.
Menurut Haji Ishak, penggunaan alat *Gomaco GP-4000* menjadi hal baru dalam pembangunan ruas jalan Parungpanjang–Bunar.
“Sebagai putra daerah, saya melihat sudah beberapa kali ruas jalan ini direkonstruksi. Baru kali ini kontraktor penyedia menggunakan alat seperti Gomaco GP-4000,”_ ujarnya.
Ia juga menilai pihak pelaksana cukup responsif terhadap berbagai pertanyaan maupun masukan dari masyarakat selama proses pekerjaan berlangsung.
“Pak Agus juga cukup responsif terhadap pertanyaan warga. Bahkan, dari ujung ke ujung ruas Parungpanjang–Bunar, nama Pak Agus sekarang lebih dikenal masyarakat daripada nama saya,”_ ujar Haji Ishak sambil berkelakar.
Sejumlah pengamat infrastruktur menilai penggunaan metode pengecoran dengan teknologi modern dan mutu beton yang lebih tinggi dapat mendukung daya tahan jalan dalam jangka panjang, terutama di kawasan dengan lalu lintas kendaraan berat seperti Parungpanjang dan sekitarnya.
Rekonstruksi Jalan Parungpanjang–Bunar dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas infrastruktur jalan provinsi guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta distribusi barang di wilayah Kabupaten Bogor bagian barat.
(MP-POLRI/M.Yusuf)



