Purworejo-Labura, MP-POLRI – Kabar duka menimpa keluarga besar ibu W (37) warga Dusun l Desa Purworejo Kecamatan Aek Kuo Kabupaten Labuhan Batu Utara, dimana saat ini ibu W belum pulih dari sakitnya akibat jatuh dari sepeda motor beberapa hari yang lalu kini kembali jiwanya terguncang dimana pada Kamis 2 April 2026 sekira pukul 11.15 wib, sang suami tercinta HE (42) dijemput oleh tim jajaran kepolisian karena diduga melakukan pelecehan terhadap anak tirinya (anak bawaan Istri), jumat (03/04/2026).

Belum sampai 1×24 jam setelah HE dibawa pada Kamis 2 April 2026 sekira pukul 11.15 wib dan pada pukul 21.05 wib, keluarga HE mendapat kabar dari pihak polres Labuhanbatu bahwa HE telah meninggal dunia akibat bunuh diri dengan menggantungkan diri memakai celana dalam di salah satu ruangan kamar mandi Mapolres Labuhanbatu, sontak keluarga yang mendapat kabar tersebut terkejut, pasalnya almarhum saat dijemput oleh tim kepolisian dalam keadaan sehat walafiat.

Kisah kematian HE (42) menarik perhatian publik khususnya para pelayat yang datang, beberapa warga saat takjiah berbisik-bisik sembari bertanya-tanya seakan tidak percaya akan kematian almarhum yang diketahui sebelum dijemput oleh tim kepolisian masih sempat jumpa sepulang mengambil beras bansos dari kantor Desa Padang Maninjau, “kami sendiri terkejut, seakan tidak percaya akan kabar duka ini, soalnya semalam kami masih jumpa dengan almarhum sepulang mengambil bansos beras dari Kantor Desa Padang Maninjau”, ujar seorang warga.

Lanjut warga, “apalagi kematian almarhum ini bagi kami sangat-sangat tidak masuk akal, masa meninggalnya dengan cara menggantung diri di kamar mandi memakai celana dalam, apakah di Polres Labuhanbatu itu serendah itu pengawasannya”, tanya warga tersebut.

“Apapun itu, kami sebagai warga, akal sehat kami belum bisa menerima kronologi kematian almarhum, kami menilai kejadian ini sangatlah jangal karena meninggal dengan posisi gantung diri disalah satu ruangan kamar mandi di Mapolres Labuhanbatu dan setahu kami almarhum ini orang yang baik tidak pernah bermasalah juga pendiam orang nya”, ungkap warga lain.

Upaya konfirmasi pun telah dilakukan kepada pihak berwenang di Polres Labuhanbatu untuk mendapatkan klarifikasi resmi terkait insiden ini namun hingga berita ini diturunkan jajaran Pimpinan Polres Labuhanbatu masih enggan memberikan berkomentar.

Kapolres Labuhanbatu AKBP. Wahyu dan Kasat Reskrim AKP. Jihad belum memberikan jawaban atas konfirmasi yang telah dilayangkan, sama halnya dengan Ipda. Arwin selaku Humas Polres Labuhanbatu.

Ketidak-terbukaan pihak Kepolisian Resor Labuhanbatu memicu spekulasi di tengah-tengah masyarakat dimana kematian HE yang masih dalam tahap penyelidikan berujung kematian akibat gantung diri dengan menggunakan celana dalam di kamar mandi disalah satu ruangan Mapolres Labuhanbatu.

Di tempat berbeda, Kapolsek Aek Natas Iptu. Sofyan saat di konfirmasi awak media memilih bungkam, hingga berita ini sampai ke meja redaksi, pihak Kepolisian Resort Labuhanbatu belum memberikan klarifikasi secara resmi.

(Hebdisihite)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini