
Rejang Lebong,MP-POLRI – Warga Jalan Muda, Kelurahan Banyumas, Kecamatan Curup Tengah, Kabupaten Rejang Lebong, mengeluhkan kondisi jaringan pipa milik PDAM Tirta Bukit Kaba yang dinilai semrawut dan rawan bocor. Kondisi tersebut berdampak pada terganggunya distribusi air bersih ke rumah-rumah warga, rabu. (4/3/2026)
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pipa distribusi terlihat tidak tertata rapi. Beberapa bagian pipa tersier bahkan telah berkali-kali disambung akibat kebocoran. Warga menduga kerusakan terjadi akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab serta benturan benda keras saat hujan deras yang menyebabkan banjir.
Salah satu warga, Dwi, mengatakan pipa tersier yang terhubung ke rumah warga saat ini melintasi saluran drainase (siring) yang juga menjadi tempat pembuangan limbah rumah tangga. Menurutnya, kondisi tersebut sudah berlangsung lama dan berulang kali menimbulkan kebocoran.
“Kalau hujan deras dan banjir, sering terjadi benturan yang membuat pipa bocor. Kadang juga ada ulah iseng yang merusak. Kami sudah beberapa kali menyampaikan ke pihak PDAM agar dilakukan penataan ulang, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut yang jelas,” ujarnya.
Pada Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, teknisi PDAM Tirta Bukit Kaba terlihat melakukan perbaikan di salah satu rumah warga di Jalan Musa, Kelurahan Banyumas. Kerusakan berupa pipa tersier yang terputus menyebabkan halaman rumah warga tergenang air. Petugas juga melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada titik kebocoran lain yang terlewat.
Selain persoalan kebocoran pipa, warga turut menyoroti seringnya air mati pada jam-jam tertentu. Dalam beberapa bulan terakhir, distribusi air bersih bahkan sempat mengalami mati total, sehingga aktivitas warga terganggu.
Kondisi ini mendapat perhatian Amri Manik, pemerhati lingkungan dari Media Investigasi 86.com. Ia menilai perlu adanya langkah konkret dan evaluasi menyeluruh terhadap sistem jaringan distribusi air agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Warga berharap manajemen PDAM Tirta Bukit Kaba segera melakukan pembenahan terhadap jaringan pipa primer, sekunder, maupun tersier. Masyarakat menegaskan bahwa pelayanan air bersih merupakan kebutuhan vital yang harus dipenuhi secara optimal demi kenyamanan dan kesehatan bersama.
Red



