Kabupaten Tangerang, MP-POLRI – Momentum penuh berkah di bulan suci Ramadhan 1447 H menjadi ajang mempererat tali silaturahmi dan kepedulian sosial. Ketua Padepokan Macan Putih Terumbu Banten, Kusnadi (Bokir), merealisasikan aksi nyata dengan mendistribusikan sebanyak 50 mushaf Alquran kepada tiga pondok pesantren di wilayah Kecamatan Kemiri Kabupaten Tangerang, Selasa (24/2/2026).

​Salah satu institusi yang menerima manfaat tersebut adalah Pondok Pesantren (Ponpes) Jawahirul Ulum. Penyerahan bantuan berlangsung khidmat dan bersahaja di kantor pusat pesantren, dihadiri langsung oleh pengasuh pondok, Ustadz Erpan, beserta jajaran santri.

​Wujud Kepedulian terhadap Pendidikan Agama
​Dalam prosesi tersebut, Kusnadi secara simbolis menyerahkan tumpukan kitab suci kepada Ustadz Erpan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen padepokan dalam menyokong sarana literasi keagamaan di pelosok daerah.

​”Bantuan Alquran ini merupakan anugerah yang sangat bernilai bagi kami. Amanah ini akan kami optimalkan untuk memacu kualitas edukasi religi serta menanamkan nilai-nilai luhur Al-Qur’an ke dalam sanubari para santri,” tutur Ustadz Erpan dengan nada takzim.

​Kusnadi (Bokir) memaparkan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memupuk kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap Alquran. Ia meyakini bahwa akses terhadap mushaf yang layak adalah fondasi utama dalam mencetak generasi yang berakhlakul karimah.

​”Kami berupaya berkontribusi dalam memajukan standar pendidikan Islam di lingkungan masyarakat, terutama bagi para santri yang sedang menimba ilmu. Semoga semangat belajar mereka semakin berkobar,” ujar Kusnadi.

​Sekilas Ponpes Jawahirul Ulum
​Jumlah Santri: Lebih dari 100 orang.
​Fokus Utama: Peningkatan mutu pendidikan agama dan pembentukan karakter.
​Visi Ke depan: Membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai elemen masyarakat demi kemajuan syiar Islam di Kemiri.

​Selain menyerahkan bantuan fisik, Ketua Padepokan Macan Putih juga memberikan suntikan motivasi kepada para santri. Ia menekankan bahwa kegigihan dalam menuntut ilmu adalah faktor determinan bagi keberhasilan di masa depan. “Ilmu adalah pelita dan kunci kesuksesan, maka jangan pernah jenuh untuk terus menimba pengetahuan,” pungkasnya.

​Prosesi diakhiri dengan pembacaan doa bersama sebagai wujud syukur, diikuti pemberian Alquran secara personal kepada sejumlah santri terpilih.

Ag94

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini