TANGERANG, MP-POLRI – Operasi pemusnahan sarang serangga penyengat sukses diselenggarakan di lingkungan SMPN 1 Kemiri yang terletak di kawasan Desa Kemiri RT 009/03, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang. Agenda pengamanan tersebut dilaksanakan tepat pada hari Rabu malam, 25 Februari 2026.
Penindakan darurat ini dieksekusi secara langsung oleh regu pemadam kebakaran (Damkar) pos Mauk dengan mengerahkan kekuatan sebanyak 6 orang kru. Kehadiran para ahli penyelamat ini menjadi kunci utama dalam memastikan prosedur penanganan berjalan sesuai dengan standar keselamatan yang berlaku.
Tak hanya mengandalkan personel Damkar, kegiatan ini juga mendapatkan pendampingan ketat dari jajaran Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Kemiri. Sinergi di lapangan semakin solid dengan keterlibatan aktif Ketua Relawan Pemadam Kebakaran (RedKar) Kecamatan Kemiri beserta para anggotanya yang turut mengawal jalannya prosesi tersebut.
Langkah evakuasi sekaligus eksekusi terhadap hunian tawon yang menempel di area institusi pendidikan itu berlangsung sangat efisien dan terkendali. Tim hanya membutuhkan durasi kurang lebih 20 menit untuk memastikan seluruh potensi risiko dari serangga tersebut benar-benar tuntas dibersihkan.
Inisiatif proaktif ini diambil sebagai bentuk upaya preventif demi memproteksi keselamatan para murid, tenaga pengajar, hingga warga di sekitar lokasi. Pihak berwenang tidak ingin mengambil risiko adanya insiden serangan sengatan yang dapat membahayakan kesehatan serta nyawa manusia di area publik tersebut.
Ketua RedKar Kecamatan Kemiri, Jay, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan tugas tersebut. Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya respons cepat terhadap laporan masyarakat demi menjaga stabilitas keamanan lingkungan sekolah dari gangguan alamiah yang tidak terduga.
”Kami selalu siap sedia berkolaborasi dengan lintas instansi untuk mengeliminasi segala bentuk gangguan keamanan, termasuk ancaman fauna. Keberhasilan hari ini merupakan bukti nyata bahwa kerja sama tim yang harmonis mampu menciptakan ruang belajar yang nyaman dan bebas dari rasa cemas,” ujar Jaya dalam keterangannya.
Pasca rampungnya tindakan tersebut, atmosfer di sekitar kompleks sekolah kini telah kembali normal dan kondusif. Diharapkan kemitraan yang terjalin antara pemadam kebakaran, aparatur Trantib, sukarelawan RedKar, serta pihak sekolah dapat terus dipelihara demi menjamin kesejahteraan dan ketenangan khalayak luas.
Sumber : Forum Jurnalis Kemiri




