Rejang Lebong, MP-POLRI – Bengkulu – Kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram (gas melon) kembali dikeluhkan masyarakat Kabupaten Rejang Lebong,Bengkulu Dalam tiga hari terakhir, warga mengaku kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan memasak sehari-hari, Kamis (12/02/2026).

Sejumlah warga menyampaikan keluhan tersebut kepada awak media. Mereka mengaku sudah berkeliling ke beberapa pangkalan, namun stok gas selalu kosong.

“Kami sudah tiga hari tidak dapat gas melon, jadi tidak bisa masak. Tolong bantu rakyat kecil,” ujar salah seorang warga.

Selain kelangkaan, masyarakat juga mengeluhkan harga jual yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Gas subsidi tersebut dilaporkan dijual dengan harga berkisar antara Rp23.000 hingga Rp25.000 per tabung.

Warga menduga adanya oknum pangkalan yang melakukan penimbunan dan menjual gas di luar ketentuan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, setiap kali stok gas masuk ke pangkalan, tidak seluruhnya disalurkan langsung kepada masyarakat. Bahkan, disebut-sebut sebagian dijual kembali secara daring (online) dengan harga lebih tinggi.

Kondisi ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terutama bagi kalangan ekonomi kecil yang sangat bergantung pada gas subsidi.

Masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong bersama instansi terkait segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pangkalan-pangkalan gas yang diduga melakukan pelanggaran. Warga berharap pengawasan distribusi diperketat agar gas subsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih berharap adanya tindakan tegas dari pemerintah daerah guna mengatasi kelangkaan serta memastikan harga gas subsidi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

(Fds)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini