
Kota Tangerang,MP-POLRI – Khazanah jurnalistik tanah air baru saja mengukir sejarah anyar melalui peresmian organisasi kewartawanan bertajuk Demokrasi Wartawan Kreasi Nasional (DEWA KRESNA). Momentum sakral ini dipusatkan di Gedung Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tangerang pada Jumat, 6 Februari 2026.
Perhelatan tersebut berlangsung dengan nuansa penuh khidmat sekaligus membangkitkan spirit baru bagi para punggawa media, terutama di kawasan Tangerang Raya.
Kehadiran DEWA KRESNA bukan sekadar menambah daftar organisasi profesi, melainkan menjadi tonggak krusial dalam mengokohkan peran pers sebagai salah satu saka guru demokrasi. Entitas ini diproyeksikan menjadi episentrum konsolidasi, inkubator profesionalisme, serta katalisator peningkatan mutu karya jurnalistik di tengah gempuran transformasi digital yang serba cepat.
Dengan mengusung semboyan utama: “Menjadi organisasi Wartawan yang kreatif, Profesional, Berintegritas, dan berperan Aktif dalam Memperkuat Demokrasi di Indonesia,” DEWA KRESNA mematok standar tinggi bagi anggotanya. Landasan visi ini merefleksikan determinasi organisasi untuk melahirkan jurnalis yang tidak hanya piawai secara teknis (hard skills), namun juga memiliki keteguhan moral, kepatuhan pada kode etik, serta keberanian dalam menyuarakan kepentingan khalayak luas.
Kemeriahan acara ini terpancar dari beragamnya elemen masyarakat yang hadir memberikan dukungan. Berdasarkan observasi di lapangan, seremoni ini dihadiri oleh utusan jurnalis dari berbagai spektrum media, mencakup:
Media Cetak: Surat kabar dan majalah regional.
Media Siber (Online): Portal berita daring yang responsif.
Media Elektronik: Praktisi penyiaran televisi dan radio.
Tak hanya awak media, sejumlah tokoh aktivis pergerakan, delegasi organisasi kemasyarakatan (ormas), hingga representasi dari instansi birokrasi dan institusi keamanan di wilayah Tangerang Raya turut memberikan testimoni positif atas berdirinya wadah aspirasi ini.
Dalam orasi perdananya, Ketua Umum terpilih DEWA KRESNA, Samsul Bahri, membedah kompleksitas problematika dunia pers di era kontemporer. Beliau menggarisbawahi bahwa terjangan arus informasi yang tidak terbendung, proliferasi berita palsu (hoaks), serta intervensi kepentingan tertentu menjadi ujian berat bagi marwah kewartawanan.
“Eksistensi kami adalah untuk menjamin bahwa jurnalisme tetap berdiri tegak sebagai pilar keempat demokrasi yang kredibel. Melalui daya kreasi, kita akan adaptif terhadap perubahan zaman; dan melalui integritas, kita menjaga mandat kepercayaan rakyat. DEWA KRESNA akan menjadi payung besar bagi insan pers untuk bersinergi, menimba ilmu, dan bertumbuh secara kolektif,” tegas Samsul Bahri dalam pidato politik organisasinya.
Rangkaian seremoni ditutup dengan sesi ramah tamah berupa makan bersama dan doa bersama sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Seluruh agenda terlaksana dengan tertib dan penuh suasana kekeluargaan. Alhamdulillah, deklarasi ini menjadi langkah awal yang menjanjikan bagi masa depan pers yang lebih sehat dan bermartabat.
Ag94/Red



