Kecamatan Kemiri,MP-POLRI – Memasuki pekan pamungkas di bulan Januari 2026, denyut spiritualitas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang Kecamatan Kemiri tetap terjaga dengan khidmat. Segenap jajaran aparatur sipil negara (ASN), staf, Tokoh agama, Tokoh masyarakat, Forsil dan FJK Kecamatan Kemiri serta warga sekitar, pengajian ini merupakan salah satu kegiatan positif yang digagas oleh camat kemiri Rudi HK dan sudah berjalan semenjak camat Rudi bertugas di pemerintah Kecamatan Kemiri. Pengajian mingguan yang dipusatkan di aula kantor kecamatan pada Kamis malam. Kegiatan yang akrab disapa masyarakat sebagai tradisi malam Jumat ini menjadi agenda rutin yang tak pernah tergerus waktu. (29/1/26).
Gema lantunan ayat suci Al-Qur’an, khususnya Surah Yasin, mengalun merdu memenuhi ruangan, menciptakan atmosfer yang meneduhkan jiwa. Momentum ini bukan sekadar rutinitas formalitas belaka, melainkan sebuah ikhtiar batiniah untuk memohon keberkahan. Para yang hadir nampak antusias mengikuti setiap rangkaian doa dan zikir yang dipanjatkan bersama-sama dalam balutan kekeluargaan.
Camat Kemiri Rudi HK memberikan apresiasi mendalam terhadap persistensi seluruh pegawai, dalam menjaga estafet keagamaan ini. Beliau menekankan bahwa kekuatan spiritual merupakan fondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan yang bersih dan amanah. Menurutnya, kesalehan ritual harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pengabdian kepada masyarakat luas.
”Kami berupaya menjadikan forum doa ini sebagai pilar penguat mentalitas kerja. Di tengah kesibukan administrasi yang padat di awal tahun 2026 ini, asupan rohani melalui yasinan menjadi penawar lelah sekaligus sarana memohon petunjuk agar setiap kebijakan yang kami ambil senantiasa selaras dengan kemaslahatan warga,” ujar Camat Kemiri.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Soni turut menambahkan pentingnya kohesi antarpegawai, tokoh agama, tokoh masyarakat yang terbangun melalui kegiatan ini. Baginya, pertemuan di malam jumat tersebut merupakan ajang silaturahmi yang efektif untuk mencairkan sekat-sekat birokrasi. Dengan hati yang tenang, koordinasi antarunit kerja diharapkan dapat berjalan lebih luwes dan harmonis.
“Kegiatan religius ini adalah instrumen penting untuk memupuk solidaritas internal. Ketika kita bersimpuh bersama dalam doa, Harapan kami, sinergitas yang terbangun di pengajian ini dapat bertransformasi menjadi performa pelayanan publik yang lebih responsif dan humanis,” tambah Sekcam Soni
Meskipun kalender telah menunjukkan minggu keempat Januari, semangat para peserta tidak menunjukkan tanda-tanda penyusutan. Justru, pengajian kali ini terasa lebih bermakna sebagai refleksi atas capaian kinerja selama satu bulan penuh.
Acara yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan tersebut diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kesejahteraan rakyat kecamatan Kemiri secara khusus. Tradisi ini dipastikan akan terus bergulir secara berkelanjutan, memposisikan Kecamatan Kemiri bukan hanya sebagai pusat layanan publik, tetapi juga sebagai wadah persemaian nilai-nilai religius yang luhur.
Sumber :Forum Jurnalis Kemiri




