
Rejang Lebong, MP-POLRI – Meski baru rampung dikerjakan,kualitas pembangunan jalan di kawasan Pasar Atas Curup Kabupaten Rejang Lebong, justru menuai tanda tanya besar. Komisi III DPRD Rejang Lebong bersama unsur pimpinan DPRD menemukan sejumlah kejanggalan serius saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke lapangan.
Peninjauan dilakukan pada ruas jalan dari Simpang Empat Talang Rimbo Baru hingga Simpang Empat Sukaraja, menyusul laporan masyarakat yang mengeluhkan mutu pekerjaan. Hasilnya, wakil rakyat mengaku kecewa karena kondisi jalan dinilai jauh dari standar kualitas yang diharapkan, meskipun proyek tersebut baru selesai dibangun.
Aspal Tipis, Mudah Hancur, hingga Jalan Bergelombang
Berdasarkan pantauan di lokasi, ketebalan aspal terlihat tipis dan tidak merata, terutama di bagian bahu jalan. Bahkan, di beberapa titik, aspal tampak rapuh dan dapat diremukkan hanya dengan tangan.Kondisi ini memunculkan dugaan kuat adanya masalah pada spesifikasi material maupun metode pelaksanaan.
Tak hanya itu, permukaan badan jalan terlihat bergelombang dan melengkung ke arah dalam,sehingga berpotensi menjadi jalur aliran air saat hujan. Yang lebih mengkhawatirkan, ditemukan lubang menganga hingga menembus saluran drainase,kondisi yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
DPRD: Ada Indikasi Pekerjaan Tidak Sesuai Spesifikasi
Ketua Komisi III DPRD Rejang Lebong, Rizal Tahsin, menegaskan bahwa sidak dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan warga.
“Ini bukan dari kami, tapi dari masyarakat sendiri yang menyampaikan ketidakpuasan. Kita tidak menyebut asal jadi, karena ini memang sudah jadi. Tapi kita genggam dengan tangan saja aspalnya bisa diremukkan. Bagaimana kalau nanti dilalui kendaraan dengan tonase besar,” ujarnya.
Rizal menduga rapuhnya aspal disebabkan spesifikasi material yang tidak sesuai standar**. Salah satu faktor yang disorot adalah suhu aspal yang diduga tidak cukup panas saat pengaspalan, mengingat material aspal didatangkan dari Kota Bengkulu dengan jarak tempuh yang cukup jauh.
Selain itu, pengaspalan dilakukan saat kondisi jalan masih basah akibat hujan,yang dinilai berdampak langsung pada lemahnya daya rekat aspal. DPRD pun menyoroti pola pengerjaan proyek fisik yang dikebut di akhir tahun, bertepatan dengan musim penghujan.
Kontraktor Akan Dipanggil Hearing
Sebagai tindak lanjut, Komisi III DPRD memastikan seluruh kontraktor pelaksana akan dipanggil untuk hearing di DPRD guna dimintai penjelasan dan komitmen perbaikan.
“Kita akan melihat sejauh mana tanggung jawab dan komitmen kontraktor dalam menindaklanjuti temuan ini,” tegas Rizal.
Warga Apresiasi, Tapi Kecewa
Sementara itu, Azwar,warga sekitar, mengaku bersyukur atas pembangunan jalan tersebut, namun menyayangkan hasil akhirnya.
“Kami berterima kasih, tapi ya tidak juga seperti ini. Bahu jalan aspalnya rapuh, ada lubang menganga. Kalau seperti ini, kami tidak yakin bisa tahan lama,” katanya.
PUPR Bungkam
Di sisi lain, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR PKP Rejang Lebong, Roni Saputra,memilih tidak memberikan keterangan saat hendak dikonfirmasi wartawan terkait temuan DPRD tersebut.
Usai melakukan sidak di kawasan Pasar Atas Curup, rombongan DPRD melanjutkan pengecekan ke sejumlah ruas jalan baru lainnya, menandakan potensi pengawasan lanjutan terhadap proyek infrastruktur di wilayah tersebut.
(Tim)



