KABUPATEN TANGERANG, MP-POLRI – Jajaran kepolisian dari Polsek Mauk Polresta Tangerang segera mengambil langkah preventif dengan menyisir sejumlah wilayah yang terendam genangan air. Aksi sigap ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Mauk, AKP I Nyoman Nariana, SM., S.Pd., yang mengomandoi pengecekan kondisi lapangan di Daerah Hukum (Darkum) Polsek Mauk, khususnya di wilayah Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, pada Minggu siang (25/01/2026).

​Langkah proaktif ini dilakukan guna menjamin keamanan masyarakat serta melakukan kalkulasi dini terhadap kebutuhan logistik di posko penampungan warga. Dalam kegiatan monitoring tersebut, Kapolsek didampingi oleh sejumlah pejabat teras Polsek Mauk, di antaranya Ipda Budi Setiawan selaku Kapolsubsektor dan Aipda M. Syafei yang menjabat PS. Kanit Intelkam. Kehadiran aparat kepolisian ini juga disambut langsung oleh Kepala Desa Legok Sukamaju, M. Fathullah, S.Ag., beserta jajaran perangkat desa dan personel siaga lainnya.

​Berdasarkan kronologi giat yang dihimpun, pemantauan dimulai tepat pada pukul 14.00 Wib dengan menyasar titik-titik rawan luapan air. Sekitar pukul 15.00 Wib, rombongan tiba di lokasi evakuasi mandiri yang bertempat di kediaman salah satu tokoh warga, H. Jajuli, di Kampung Kendayakan RT.10/03, Desa Legok Sukamaju. Di tempat tersebut, AKP I Nyoman Nariana berbincang hangat dengan para pengungsi guna memantau stabilitas kesehatan serta memastikan kondisi psikologis warga yang terdampak musibah tetap terjaga di tengah situasi sulit.

​Penyisiran berlanjut dengan melakukan inspeksi visual ke area pemukiman di Desa Legok Sukamaju. Tim gabungan harus menerjang genangan untuk melihat sejauh mana dampak luapan air yang menghambat aktivitas sosial ekonomi warga.

​Memasuki sore hari sekitar pukul 16.20 WIB, rombongan bergeser menuju Desa Klebet guna memverifikasi informasi yang datang dari masyarakat setempat. Hasil observasi menunjukkan kondisi yang relatif lebih terkendali dibandingkan desa sebelumnya, di mana tidak ditemukan adanya hunian warga yang terendam air secara langsung. Meski demikian, tim mencatat bahwa sebagian besar kawasan pertanian atau persawahan di desa tersebut mulai tertutup air akibat meluapnya aliran Sungai Cimanceuri yang tidak lagi mampu menampung volume kiriman.

​Setelah memastikan situasi di lapangan terkendali, Kapolsek Mauk beserta jajaran kembali ke Markas Komando (Mako) pada pukul 16.45 Wib untuk melakukan evaluasi dan konsolidasi personel. Dalam rilis resminya yang ditujukan kepada Kapolresta Tangerang dengan tembusan Wakapolresta dan Kabag Ops, AKP I Nyoman Nariana menekankan pentingnya kesiapsiagaan penuh dari seluruh anggota kepolisian dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang bisa berubah sewaktu-waktu.

​“Fokus prioritas kami saat ini adalah memastikan keselamatan jiwa masyarakat melalui pengawasan intensif di titik-titik pengungsian serta memantau fluktuasi level air sungai secara real-time,” tegas AKP I Nyoman Nariana.

Beliau menambahkan bahwa sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan instansi terkait menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak buruk dari fenomena cuaca ekstrem yang sedang melanda wilayah Tangerang.

​Ag94

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini