
Tangerang,MP-POLRI – Tak main main, Pemerintah Kabupaten Tangerang kini tengah bersiap untuk dapat memerangi dan menurunkan tingginya angka kemiskinan ekstrem yang beberapa waktu lalu seolah menjadi landasan kritik atas buruknya implementasi Pemkab Tangerang dalam mencerminkan efisiensi anggaran untuk kepentingan masyarakat. Sinyal keseriusan Pemkab Tangerang tersebut dibuktikan dengan adanya pos alokasi anggaran penanganan kemiskinan ekstrem yang cukup besar di Tahun 2026. Sabtu (24/01/26)
Melalui Sekretaris Daerah, Soma Atmaja, dalam keterangan pers nya mengungkapkan, bahwa pada Tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mengalokasikan anggaran Rp 1,6 Triliun untuk program pengentasan kemiskinan ekstrem.
Iapun menjelaskan, besaran anggaran tersebut diprioritaskan dalam rangka dan upaya pengentasan kemiskinan yang akan disebarkan ke berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Mulai dari Dinas Koperasi, Kesehatan, Pendidikan, hingga instansi di tingkat kecamatan semuanya diberikan target untuk berkontribusi.
“Programnya tidak hanya yang bersifat langsung seperti bantuan sosial atau penekanan inflasi melalui harga murah sembako. Kita juga ada program untuk mengurangi beban transportasi masyarakat miskin, seperti bis sekolah gratis itu juga termasuk,” jelasnya. Dikutip dari laman Fin.co.id
Cerminan pembenahan kini nampak tengah dilakukan oleh Pemkab Tangerang, ramainya pemberitaan dan tingginya perhatian publik atas beberapa kebijakan yang dinilai sudah menyakiti hati masyarakat dan menciderai arti efisiensi anggaran rupanya langsung dijadikan landasan perubahan menuju sebuah perbaikan.
Selain itu kebijakan Pemkab Tangerang kali ini untuk mengalokasikan anggaran yang cukup besar dalam menangani kemiskinan dinilai oleh berbagai pihak sebagai langkah tepat mengingat potret kemiskinan ekstrem di wilayah Kabupaten Tangerang kini masih amat begitu terasa dan nyata.
Melalui Sekretaris Umum (Sekum) Forum Reporter Jurnalis Indonesia (FRJRI) Arul, mengapresiasi langkah dan upaya nyata Pemkab Tangerang dalam pengentasan kemiskinan ekstrem.
Ia pun (Arul) menilai bahwa langkah kebijakan alokasi anggaran besar untuk pengentasan kemiskinan yang dilakukan oleh Pemkab Tangerang saat ini, adalah cerminan kepekaan Pemerintah atas penderitaan dan kegelisahan yang selama ini dirasakan oleh masyarakat.
“Secara keseluruhan kami FRJRI sangat mendukung sekali atas langkah kongkrit yang mulai dilakukan oleh Pemkab Tangerang dalam menjawab keraguan masyarakat selama ini, dengan adanya alokasi anggaran mencapai 1,6 Triliun ini tentunya membuktikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang mendengar serta menerima semua masukan dan kritik sebagai bagian dari sebuah perbaikan dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. Ujar nya
Harapan demi harapan menuju Kabupaten Tangerang yang lebih gemilang kini mulai kembali menggema, optimisme menuju ke emasan wilayah Kabupaten Tangerang kini seolah tumbuh kembali mengiringi kebijakan yang dinilai dapat langsung menyentuh masyarakat.
Fokus publik kini tentunya mulai terarah pada bagai mana mekanisme Program dan tatacara penanganan Kemiskinan Ekstrem dilakukan. Transparansi dalam proses penyerapan anggaran serta hasil dari sebuah program tentunya akan menjadi pusat perhatian dari sebuah penantian menuju sebuah keberhasilan.
Berbagai pristiwa yang memilukan beberapa waktu lalu tentunya ta ingin lagi terulang, kisah memilukan ibu umah warga penderita kanker payudara asal Desa Cikareo, Kecamatan Solear, yang kala itu harus menghentikan pengobatan karna ketiadaan pembiayaan perjalanan dalam proses pengobatan, adalah merupakan salah satu potret nyata kemiskinan ekstrem di wilayah Kabupaten Tangerang. Kendati kini penderitaan ibu umah (penderita kangker) sudah dapat tertangani dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang. Namun kisah tersebut tentunya merupakan sebuah tamparan keras bagi para pemangku kebijakan di wilayah yang disebut sebut memiliki pendapatan tertinggi Se-banten, hal tersebut pula tentunya menunjukkan bahwa tingginya angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Tangerang bukan lah sebuah hisapan jempol semata.
Jutaan mata kini tentunya tertuju pada bagai mana tata cara dan mekanisme proses penanganan kemiskinan ekstrem tersebut dilakukan, efektivitas dan kemanfaatan atas alokasi anggaran 1,6 Triliun yang digelontorkan oleh Pemkab Tangerang tentunya akan menuntut sebuah hasil nyata, sebuah perubahan yang tentunya diharapkan tidak hanya terpaku pada torehan penurunan angka kemiskinan di atas kertas semata melainkan pula hasil dan manfaat nyata yang benar benar dapat terasa .
Ag94/Red



