
Rejang Lebong, MP-POLRI – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong melalui Dinas Pariwisata (Dispar) resmi menggelar Festival Durian Jenis Langka Varietas Unggul Lokal ke-3 di Terminal Pasar, Kelurahan Pasar Padang Ulak Tanding, Selasa (20/01/2026).
Kegiatan ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran perangkat daerah, tokoh masyarakat, pelaku usaha, komunitas lingkungan, insan pers, serta tamu undangan dari tingkat Provinsi dan perwakilan Pemerintah Kabupaten tetangga.
Festival merupakan hasil kolaborasi Yayasan Lingkungan Hidup Semangat Bersama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Rejang Lebong sebagai upaya melestarikan durian lokal khas wilayah Lembak sekaligus mengembangkannya menjadi daya tarik pariwisata unggulan daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Rejang Lebong, Riki Irawan, S.Sos., M.Si. mengatakan festival ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan hayati daerah serta meningkatkan nilai ekonomi durian lokal bagi petani dan masyarakat.
“Melalui festival ini, kami mendorong pelestarian durian lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Ini juga bagian dari pengembangan event pariwisata berkelanjutan di Rejang Lebong,” ujar Riki.
Festival Durian Langka Varietas Unggul Lokal ke-3 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 18–20 Januari 2026.Panitia menggelar kontes durian yang dibagi dalam tiga kategori, yakni Kelas Langka, Kelas Standar, dan Kelas Istimewa, dengan melibatkan petani dari berbagai Kecamatan di Rejang Lebong.
Tahun ini, festival mengusung tema “Ayo Kita Selamatkan Durian Jenis Langka Varietas Unggul Lokal untuk Dikembangkan guna Mendorong Proses Pelepasan Varietas”,sebagai bentuk komitmen menjaga keberlanjutan durian lokal agar tidak punah dan memiliki legalitas nasional.
Melalui Kepala Dinas Pariwisata, Bupati Rejang Lebong Fikri Thobari menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas terselenggaranya festival tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat memacu semangat petani dalam menjaga dan mengembangkan durian lokal, sekaligus membuka peluang promosi pariwisata daerah.
Sementara itu, Ketua DPRD Rejang Lebong, Juliyansyah Yayan, menilai festival ini sejalan dengan aspirasi masyarakat, khususnya petani durian dan pelaku UMKM. Menurutnya, Kecamatan Padang Ulak Tanding memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra durian unggulan apabila didukung event yang konsisten dan promosi berkelanjutan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif memeriahkan festival agar ke depan dapat berkembang menjadi agenda berskala nasional dan mampu menggerakkan ekonomi rakyat secara berkelanjutan.
(Fds)



